Rapat dengan Kapolri tak Tertutup, Fraksi Gerindra Walk Out

Whisnu Mardiansyah    •    Kamis, 19 Jul 2018 15:49 WIB
polripilkada serentakpilkada 2018
Rapat dengan Kapolri tak Tertutup,  Fraksi Gerindra Walk Out
Anggota Komisi III DPR Fraksi Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. (Foto: MTVN/M Rodhi Aulia)

Jakarta: Komisi III DPR mengelar rapat kerja dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Rapat membahas evaluasi pengamanan Pilkada Serentak 2018, penanganan kasus ujaran kebencian, dan terorisme. 

Sebelum rapat dimulai, terjadi perdebatan antara Fraksi Partai Gerindra dengan fraksi lainnya mengenai mekanisme rapat. Fraksi Partai Gerindra meminta rapat digelar tertutup dan rapat tak dibatasi waktunya. 

"Fraksi Partai Gerindra mengusulkan rapat untuk pendalaman diadakan tertutup. Kedua, saya minta tidak ada pembatasan waktu. Ketiga, saya minta per fraksi bebas melakukan pendalaman. Keempat, kita usulkan nanti tidak ada jawaban tertulis, tuntas," ucap anggota Fraksi Partai Gerindra, Sufmi Ahmad Dasco, dalam rapat di Komisi III, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 19 Juli 2018. 

Usulan itu ditolak oleh anggota Fraksi PDIP Masinton Pasaribu. Ia tak sepakat pembahasan pendalaman isu dengan Kapolri digelar tertutup. 

"Saya rasa apa yang dipaparkan oleh Pak Dasco perlu diketahui publik. Publik juga perlu tahu, dinamika kesiapan Polri dalam menghadapi Asian Games 2018," ujar Masinton.

Anggota Fraksi PPP Arsul Sani mengusulkan jalan tengah. Ia sepakat rapat digelar terbuka. Namun, untuk isu-isu krusial dan rahasia perlu disepakati untuk dilakukan pendalaman secara tertutup.

"Kita ini sudah pernah ada prosedurnya juga, tahun lalu kita pernah rapat dengan KPK di mana hal-hal terbuka kita lakukan secara terbuka, kalau ada hal-hak yang khusus, ya kita lakukan tertutup," ucap dia. 

Pimpinan rapat yang juga Ketua Komisi III DPR, Kahar Muzakir, memutuskan sidang dilanjutkan dan terbuka. Menanggapi itu, Dasco merasa usulannya tidak ditanggapi pimpinan rapat dan memutuskan walk out. 

"Saya rasa aturan kita sudah hafal. Kalau memang ada masalah Gerindra dan Pak Kapolri. Sekarang kita sidang terbuka, oleh karena itu kita lanjut dengan PDIP," ujar Kahar. 

"Kita kan tadi masih meminta ini apakah tertutup atau terbuka. Kok langsung diberikan langsung ke PDIP. Kami mohon maaf kami tidak bisa mengikuti rapat kerja hari ini," kata Dasco menimpali.

Anggota Fraksi Partai Gerindra yang mengikuti rapat langsung keluar ruang Komisi III, mereka yakni Wenny Warouw dan Supratman Andri Agtas. 

Menanggapi hal ini, Kapolri Jenderal Tito Karnavian sepakat materi rapat harus didengar oleh publik. Namun, ia tak sependapat dengan usulan Fraksi Partai Gerindra tidak ada jawaban tertulis pernyataan dari Komisi III. 

"Tapi saya tidak sependapat kalau ada yang mengatakan, tidak boleh ada yang tidak tertulis. Kapolri, ini bukan orang yang serba tahu. Sekian ribu personel. Yang tidak bisa saja jawab detail saat ini juga. Kalau sampai sangat teknis sekali, saya perlu waktu untuk mencari datanya," ujar Tito.  

Rapat yang dimulai pada pukul 13.30 WIB tetap dilanjutkan dan diikuti oleh tujuh fraksi. Rapat dijadwalkan selesai pukul 16.00 WIB.




(REN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA