Embun Es Fenomena Alam Biasa

   •    Senin, 09 Jul 2018 12:52 WIB
fenomena alam
Embun Es Fenomena Alam Biasa
Embun menjadi es di Pegunungan Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. (Foto: MI/Liliek Dharmawan)

Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut penurunan suhu di Tanah Air hingga menimbulkan embun es di sejumlah wilayah merupakan fenomena alam biasa.

Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko mengungkap fenomena ini terjadi saat puncak musim kemarau ketika ruang masa udara dingin dan renggang.

"Dalam dunia cuaca diistilahkan sebagai frost (bunga es). Masa udara yang dingin dan renggang biasanya cepat terjadi pembekuan dan biasa terjadi pada puncak musim kemarau," ujarnya melalui sambungan telepon dalam Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Senin, 9 Juli 2018.

Hary mengakui banyak masyarakat bertanya mengapa puncak musim kemarau justru ditandai dengan munculnya frost.

Dia menjelaskan pada musim kemarau ada aliran masa udara dingin dan kering yang datang dari Australia menuju Indonesia. Hal ini bisa dirasakan terutama di wilayah selatan khatulistiwa.

"Setiap tahunnya seperti itu cuma fluktuatif. Kondisi cuaca cerah pada waktu tertentu bisa membuat pembekuan di dalam pegunungan tapi pegunungan tertentu yang normalnya setiap hari itu ketinggiannya mengalami penurunan suhu jika dibandingkan dataran rendah," kata dia.

Hary mengatakan kondisi ini diprediksi akan berlangsung sampai Agustus mendatang. Setelah itu transisi cuaca yang lebih hangat akan mulai terjadi pada September hingga November. 

"Itu penanda saja dengan kondisi alam. Khusus beberapa sektor terutama pertanian perlu diantisipasi untuk menyiasati pola tanam. Pola tanam bisa berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian," jelas dia.




(MEL)