Universitas Fudan Tiongkok Beri 20 Beasiswa untuk Jurnalis

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 08 Jun 2018 13:13 WIB
beasiswa
Universitas Fudan Tiongkok Beri 20 Beasiswa untuk Jurnalis
Tim perwakilan dari Universitas Fudan saat mengunjungi Kantor Redaksi Medcom.id. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta.

Jakarta: Universitas Fudan menawarkan beasiswa selama dua tahun untuk para jurnalis di seluruh dunia.

"Kami mengundang jurnalis terpilih untuk dapat belajar mengenai dunia media di universitas kami. Karenanya, kami memberikan 20 beasiswa untuk para jurnalis di seluruh dunia," ucap Wakil Dekan Universitas Fudan, Li Shuanglong saat mengunjungi kantor Medcom.id, Jumat 8 Juni 2018.

Li menjelaskan, beasiswa akan diberikan untuk pendidikan selama dua tahun yang terbagi menjadi dua. Para jurnalis terpilih nantinya selama setahun akan belajar mengenai teori media di Universitas Fudan, sedangkan tahun berikutnya akan belajar di media itu sendiri.

"Untuk magang, bisa dilakukan di media Tiongkok atau di media Indonesia," imbuh dia.

Sementara itu, mantan Wakil Eksekutif Dekan Huang Hu menambahkan, tim mereka adalah utusan pemerintah Tiongkok. Hal ini berarti, beasiswa tersebut merupakan bentuk kerja sama dengan pemerintah.

"Setiap tahunnya ada 20 orang yang dipilih untuk mendapat beasiswa ini. Dan kami meminta Metro TV merekomendasikan dua orang jurnalisnya untuk belajar bersama kami," terang Huang.

Kerja sama ini dalam rangka memperkenalkan inisiasi strategi geopolitik Tiongkok dalam gagasan One Belt One Road (OBOR). Pemanfaatan OBOR ini lewat jalur transportasi dunia sebagai jalur perdagangan di kawasan Eurasia.

Rombongan Universitas Fudan ini kemudian memuji tayangan Xinwen di Metro TV. Menurut mereka, Metro TV merupakan salah satu televisi yang memiliki program berita dalam bahasa Mandarin.

"Tayangan Xinwen Metro TV sangat bagus, terlebih saat Imlek, banyak sekali liputan mengenai sisi kemanusiaan warga Tiongkok atau keturunan yang ada di Indonesia," kata Profesor Asosiasi Universitas Fudan, Deng Jianguo.

Sementara dari pihak Metro TV mengutarakan susah sekali mencari jurnalis muda yang bisa menulis dan berbicara bahasa Mandarin dengan baik untuk publikasi. Pasalnya, mayoritas yang bisa melakukan hal tersebut adalah orang tua.

Meski demikian, tayangan Xinwen Metro TV tetap mendapat apresiasi besar dari masyarakat yang menontonnya.


 


(CEU)