Pers Diminta tak Mengutip Khotbah Keagamaan

Damar Iradat    •    Minggu, 15 Apr 2018 04:14 WIB
pers
Pers Diminta tak Mengutip Khotbah Keagamaan
Anggota Dewan Pers, Jimmy Silalahi

Bogor: Anggota Dewan Pers Jimmy Silalahi meminta media massa dan insan pers tidak mengutip khotbah kegamaan dari pemuka agama. Khotbah keagamaan dinilai bersifat privasi.

Jimmy mengatakan, pers harus menghormati substansi sebuah khotbah atau ceramah keagamaan. Meski khotbah keagamaan secara praktiknya dilakukan kepada publik, namun hal tersebut bersifat private.

"Kalau keagamaan sudah pasti sudah bersifat private walaupun tempat terbuka, walaupun ada media atau alat pengeras suara yang membuat itu terdengar ke mana-mana. Sekali lagi, pers itu tetap pers. Apa yang didapat diolah terlebih dahulu. Harus benar-benar dipastikan, substansinya harus sudah diverifikasi, harus berimbang," ungkap Jimmy di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 14 April 2018.

Menurut Jimmy, kerja pers harus memenuhi prinsip 5W+1H (What, When, Where, Why, Who, How). Sementara, khotbah-khotbah kegamaan tidak memenuhi hal tersebut lantaran hanya sepihak. 

Ia menambahkan, isi khotbah biasanya subjektif dari pengkhotbah, penceramah atau rohaniawan. Oleh karena itu, Dewan Pers tidak pernah mengajurkan isi khotbah bulat-bulat dijadikan berita.

"Harus dicek kembali. Karena bayangkan, isi khotbah yang penuh dengan pesan rohani, hubungan manusia dengan Tuhan. Kalaupun ada isinya menyangkut persoalan sosial, kemasyarakatan, politik, pasti dibungkus dalam keagamaan. Jadi itu pun yang menyampaikan satu orang," ungkapnya. 

Sementara itu, menurut dia, produk jurnalistik yang dihasilkan pers tidak hanya menyangkut satu orang, tetapi juga menyangkutkan hal atau orang lain. Karena itu, pers berkewajiban untuk mengecek, mengonfirmasi, dan melakukan verifikasi dari pihak lain.

Ia juga meminta insan pers untuk lebih bijaksana dalam membuat berita khotbah keagamaan. Isi khotbah, menurutnya, bisa saja dijadikan sebagai latar belakang sebuah berita.

"Tidak masalah kalau isi khotbah dijadikan background, kemudian anda keep itu, nanti kalau anda menilai ada yang menarik, silakan doorstop di luar. Kemudian bisa hadirkan narasumber yang lain sebagai pembanding atau pelengkap, itu baru namanya berita. Kalau bulat-bulat mengutip isi khotbah, itu salah jadinya," pungkas Jimmy.


(AGA)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA