Upaya Kemensos Atasi Masalah Kemiskinan

Gervin Nathaniel Purba    •    Senin, 16 Apr 2018 13:24 WIB
Berita Kemensos
Upaya Kemensos Atasi Masalah Kemiskinan
Penyuluh sosial memberikan pendampingan kepada anak-anak di Bandung, Jawa Barat, Minggu, 15 April 2018 (Foto:Gervin Nathaniel Purba)

Bandung: Masalah kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia. Namun sejauh ini, status kemiskinan Indonesia menunjukkan perbaikan berdasarkan laporan Bank Dunia. 

Melalui Badan Pendidikan, Penelitian, dan Penyuluhan Sosial Kementerian Sosial (BPPPK) dilakukan serangkaian upaya dalam menekan kemiskinan. Misalnya, melalui sinergi dengan kementerian/lembaga, dan melakukan pendampingan melalui pekerja sosial. 

Tak sembarang orang bisa menjadi pekerja sosial. Diperlukan pekerja sosial yang cerdas dan berkarakter dalam menyelesaikan masalah kemiskinan. Dia juga harus bisa memastikan target penerima manfaat tepat sasaran. 

Dalam hal ini, BPPPK bertugas memberi sertifikasi para pekerja sosial bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Pekerjaan Sosial (LSPS). "Sertifikasi profesi menjadi saluran utama. Mereka tidak hanya menjadi pemikir, tapi juga mencari solusi di lapangan," kata Kepala BPPPK Harry Z Soeratin, saat ditemui di Eduplex, Bandung, Jawa Barat, Minggu, 15 April 2018.

 
Kepala Badan Pendidikan, Penelitian, dan Penyuluhan Sosial Kementerian Sosial (BPPPK) Harry Z Soeratin (Foto:Gervin Nathaniel Purba)

Lebih lanjut Harry berharap, perguruan tinggi mampu melakukan pembekalan dan transfer ilmu agar mahasiswa dapat beradaptasi dengan program pemberdayaan sumber daya manusia (SDM).

Harry menegaskan, dalam upaya mengurangi kemiskinan tidak cukup jika hanya melalui pemberian donasi. Lebih dari itu, dibutuhkan pemberdayaan berkelanjutan terhadap masyarakat miskin agar mereka mampu hidup mandiri dan bangkit dari kemiskinan.


(Foto:Gervin Nathaniel Purba)

"Dengan pemberdayaan ini, saya berharap mahasiswa berpikir memberikan bantuan bukan lagi melalui charity, tapi how-nya," ujar Harry. "Kalau mahasiswa bisa berpikir seperti itu sangat luar biasa. Pemberian donasi menjadi basic sosial, tapi tetap harus ada nilai tambah berupa sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat," ucapnya.

 
Kepala Badan Pendidikan, Penelitian, dan Penyuluhan Sosial Kementerian Sosial (BPPPK) Harry Z Soeratin melakukan pemeriksaan kesehatan pada Hari Bebas Kendaraan (CFD) di Bandung, Jawa Barat, Minggu, 15 April 2018 (Foto:Gervin Nathaniel Purba)


Selain memberikan pembekalan kepada mahasiswa, Kemensos menggelar serangkaian acara bertepatan dengan Hari Bebas Kendaraan (CFD) di Bandung, Jawa Barat, Minggu, 15 April 2018. 

 
Masyarakat mengantre pemeriksaan kesehatan gratis pada Hari Bebas Kendaraan (CFD) di Bandung, Jawa Barat, Minggu, 15 April 2018 (Foto:Gervin Nathaniel Purba)


Ada kegiatan senam pagi, pemeriksaan kesehatan gratis, dan pendampingan kepada anak-anak yang dilakukan oleh penyuluh sosial. Kemensos juga menyediakan fasilitas konsultasi melalui mobil Anti Galau. 


(ROS)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA