Kepercayaan tak Bisa Dicantumkan di KTP-el

M Sholahadhin Azhar    •    Selasa, 25 Jul 2017 02:21 WIB
e-ktp
Kepercayaan tak Bisa Dicantumkan di KTP-el
Mendagri Tjahjo Kumolo - MTVN/M Sholahadhin Azhar,

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut, kepercayaan dan agama bisa berbeda bagi tiap orang. Namun, Indonesia sebagai negara hukum hanya mengakui agama, bukan kepercayaan.

"Bagi pemeluk Ahmadiyah misalnya, kalau di kolom agama KTP-el harus ditulis agama Islam. Tidak boleh ditulis kolom agama dengan Ahmadiyah," kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo melalui pesan singkat, Senin 24 Juli 2017.

Tjahjo menjelaskan, agama yang diakui oleh Undang-undang di Tanah Air ada enam, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu. Sementara kepercayaan, menurut Tjahjo sangat berbeda dengan agama. Sehingga sama sekali tidak bisa diakomodir.

Dia memahami, di beberapa daerah ada warga yang memiliki kepercayaan Ahmadiyah. Mereka ingin di kolom agama ditulis kepercayaan mereka.

Namun kata Tjahjo, sudah pasti keinginan warga ditolak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) di sana. "Ya tidak diberikan KTP-el, itu sikap Pemerintah di daerah juga," imbuh Tjahjo.

Meski demikian, eks Sekjen PDI Perjuangan ini tak menampik bahwa warga diperbolehkan memberi keterangan terkait kepercayaan mereka saat pemberkasan KTP-el. Namun, hal tersebut hanya sebagai informasi saja kepada pihak Dukcapil.

Untuk pencetakan kartu tanda penduduk, keterangan terkait kepercayaan tidak bisa dicantumkan karena hal tersebut bukan merupakan agama. "Tapi tidak boleh dicantumkan di kolom Agama KTP-el atau surat keterangan sementara. Karena kepercayaan bukan agama," pungkas dia.

(Baca juga: Jemaat Ahmadiyah Sulit Mendapat KTP-el)

 


(REN)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

3 hours Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA