Dongeng Lutung Kasarung dari Jokowi di Hari Buku Nasional

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 17 May 2017 23:14 WIB
joko widodo
Dongeng Lutung Kasarung dari Jokowi di Hari Buku Nasional
Pelajar berebut menjawab pertanyaan Presiden Joko Widodo saat acara Gemar Baca dalam rangka Hari Buku Nasional di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/5) - ANT/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo berdongeng di hadapan ratusan anak-anak sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta. Jokowi memilih Lutung kasarung atau monyet yang tersesat untuk didongengkan.

Sebelum memulai dongeng, Presiden sempat menanyakan asal dari cerita lutung kasarung tersebut. "Cerita ini ada di mana? Nah, nah di Jawa Barat," kata Jokowi, dalam acara gemar membaca dalam rangka Hari Buku Nasional bersama Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.

Ia kemudian memulai cerita rakyat tersebut, "Jadi dulu ada raja namanya Prabu Tapa Agung, Prabu Tapa Agung memiliki dua anak perempuan. Yang sulung namanya Purbararang, yang adiknya Purbasari."

Para anak-anak pun antusias mendengarkan cerita Jokowi. Mereka sangat menyimak kata demi kata yang diucapkan bekas Gubernur DKI Jakarta itu.

Jokowi bilang, Purbararang merupakan orang yang jahat, mudah iri, serakah, juga malas. "Tahu malas?" tanya Jokowi.

"Tahuuu," timpal anak-anak serempak.

Sementara itu, kata dia, Purbasari adalah orang yang baik hati, jujur, sering menolong dan rajin bekerja. Suatu ketika, lanjut dia, Purbararang ingin sekali menggantikan ayahnya menjadi ratu.

Tapi dia khawatir, "Aduh jangan-jangan nanti ayah saya pilih Purbasari bukan saya. Dia takut kalau nanti yang dipilih adiknya, bukan dia. Terus, dia datangi nenek sihir dan nenek sihir membuat Purbasari yang cantik dibuat jelek. Mukanya jadi totol-totol hitam jadi jelek."

Karena dianggap punya penyakit dan takut semua ketularan, Purbasari lantas dibuang ke hutan. Di hutan, Purbasari berteman dengan berbagai jenis hewan.

Namun, hanya satu hewan yang disayangi oleh Purbasari yakni seekor monyet. "Monyet makannya apa?," tanya Jokowi.

"Pisang," timpal anak-anak.

"Pisang mau, kacang mau, buah-buahan juga mau," tambah Jokowi.


foto: ANT/Puspa Perwitasari


Kemudian, kata dia, Purbasari menamai monyet tersebut lutung kasarung yang artinya monyet tersesat. Sebab, monyet ini sering menghilang di tengah hutan.

Pada suatu hari, lutung ini mengajak Purbasari mandi di tengah hutan. Setelah mandi, kata dia, ajaib, totol-totolnya hilang, penyakitnya hilang dan menjadi cantik kembali.

Mendengar kabar itu, Purbararang khawatir. Purbararang bergegas ke hutan menghalangi Purbasari kembali ke kerajaan.

"Kamu boleh kembali ke Istana, kembali ke kerajaan asal memiliki suami yang tampan seperti pak Jokowi," kata Jokowi.

Mendengar guyonan itu, para anak-anak yang mendengarkan sontak tertawa. Jokowi pun tersenyum tipis. "Yang terakhir tadi guyon," ucap dia.

Jokowi mengatakan, Purbasari tentu saja saat itu bingung. Di tengah hutan, mana ada yang tampan. Kemudian, lutung kasarung loncat-loncat dan semedi hingga muncul asap.

"Begitu asapnya hilang lutung kasarung berubah menjadi pria yang tampan seperti siapa?" tanya Jokowi.

"Pak Jokowi," timpal anak-anak.

Akhirnya, lanjut dia, Purbararang mengaku kalah dan meminta maaf. Mereka akhirnya kembali ke kerajaan.

Di akhir cerita, Jokowi pun memberikan pesan kepada anak-anak yang hadir. Jokowi meminta dalam mengejar cita-cita harus dilakukan dengan kerja keras, jangan curang dan saling menjatuhkan.

"Jadi kalau mengejar cita-cita itu harus bekerja keras, harus rajin belajar. Jangan senang curang, tidak boleh. Tidak boleh menjelekkan teman, tidak boleh. Harus menolong teman," kata dia.


foto: ANT/Puspa Perwitasari


(REN)