Jurus BNPB Kurangi Risiko Bencana

Lis Pratiwi    •    Kamis, 18 May 2017 15:50 WIB
penanggulangan bencana
Jurus BNPB Kurangi Risiko Bencana
Kasi Mitigasi Nonstruktur BNPB Pratomo Cahyo Nugroho (kedua dari kanan) dalam Diskusi Publik di Jakarta Barat, Kamis 18 Mei 2017--Metrotvnews.com/Lis Pratiwi

Metrotvnews.com, Jakarta: Sejak tahun lalu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan pemberdayaan kepada masyarakat untuk mengurangi risiko bencana. Salah satu gerakannya yaitu pemberdayaan komunitas di Daerah Aliran Sungai (DAS). Baik di hulu, tengah, maupun hilir.

"Fokus BNPB sendiri adalah bagaimana memberikan informasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sumber daya air," kata Kasi Mitigasi Nonstruktur BNPB Pratomo Cahyo Nugroho dalam Diskusi Publik di Jakarta Barat, Kamis 18 Mei 2017.

Cahyo menambahkan, pemberdayaan di hulu akan dilakukan di Yogyakarta tahun ini. BNPB bekerja sama dengan komunitas daerah dalam gerakan bernama Pemberdayaan Sekolah Gunung. Dalam aktivitasnya, gerakan di hulu akan menekankan penghijauan dan penanaman.

Baca: BNPB Sosialisasi Tanggap Bencana di Tempat Ibadah

Sementara itu, gerakan pemberdayaan di tengah aliran sungai atau Sekolah Sungai telah aktif sejak tahun lalu. Cahyo menilai aksi ini sudah menghasilkan efek positif bagi masyarakat sekitar.

Di bagian sungai, masyarakat tidak hanya diajarkan mengelola sungai untuk mengurangi risiko. Tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dari pengelolaan sampah dan sebagainya.

Gerakan pemberdayaan selanjutanya adalah Sekolah Laut bagi masyarakat yang tinggal di hilir. Ragam kegiatan yang diberdayakan meliputi menanam mangrove dan konservasi terumbu karang untuk mencegah abrasi. Serta kegiatan lain sebagai bagian dari konservasi sumber daya alam.

"Kami juga melakukan koordinasi dengan Kementerian PU, masyarakat, dan kementerian lain yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan tersebut," kata Cahyo.


(YDH)