Baru Kumpulkan Bahan Bom pun Ditangkap

Lukman Diah Sari, Media Indonesia    •    Selasa, 20 Jun 2017 11:13 WIB
terorismeledakan di kampung melayu
Baru Kumpulkan Bahan Bom pun Ditangkap
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto: Metrotvnews.com/Arga

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepolisian telah berupaya proaktif terkait dengan pengungkapan rencana aksi teror di Indonesia. Pascabom bunuh diri di Kampung Melayu, polisi telah menangkap 36 terduga teroris di berbagai wilayah.

"Semenjak bom Kampung Melayu, saya sudah menginstruksikan kepada jajaran jangan ambil risiko. Mereka yang baru punya rencana, baru mengumpulkan bahan-bahan bom saja, meskipun belum lengkap, tangkap saja," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa 20 Juni 2017.

Ke-36 terduga teroris tersebut ditangkap di Medan, Jambi, sejumlah wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, hingga yang terakhir di Bima, Nusa Tenggara Barat.

Pada Jumat 16 Juni, Densus 88 menangkap dua terduga teroris di Bima, Nusa Tenggara Barat. Mereka berencana menyerang Polsek Woha, Bima, Sabtu malam 17 Juni.

"Yang di Bima dua orang itu (ditangkap) berikut bom yang sudah jadi, bahan peledak TATP (triacetone triperoxide)," tutur Tito.

Keduanya juga diduga melakukan komunikasi dengan pentolan Islamic State asal Indonesia, Bahrun Naim, terkait dengan rencana teror tersebut. Selain mereka, terduga teroris kasus bom bunuh diri Kampung Melayu, yakni AS dan INS, diketahui berkomunikasi dengan Bahrun.

Polisi menemukan bukti komunikasi tersebut dari ponsel keduanya, termasuk cara pembuatan bom juga didapat dari Bahrun Naim yang berada di Raqqa, Suriah. Rata-rata terduga teroris yang digerebek polisi merupakan jaringan dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Menurut Tito, para terduga teroris tersebut merupakan sel-sel dari kelompok teroris tingkat global yang berbaiat kepada IS.

Aksi bom bunuh diri di Kampung Melayu dan di Thamrin pada 2016 lalu juga dilakukan kelompok JAD. Mereka menganut ideologi takfiri, yang membolehkan membunuh siapa pun yang bukan berasal dari kelompok mereka.

Wakapolda NTB, Kombes Imam Margono mengatakan, salah satu terduga teroris yang ditangkap di Bima mengakui kelompoknya tengah bersiap menyerang beberapa tempat. Antara lain, melumpuhkan anggota Polri yang bertugas di Mapolsek Woha untuk merebut senjata api. Mereka juga berencana mengebom Makopolsek Woha, Polsek Bandara Bima, dan Mapolres Kabupaten Bima.




(UWA)