DataGovAI 2018 Summit & Awards Tekankan Pentingnya Pengelolaan Data

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 07 Nov 2018 13:46 WIB
DataGovAI 2018 Summit & Awards
DataGovAI 2018 Summit & Awards Tekankan Pentingnya Pengelolaan Data
DataGovAI 2018 Summit & Awards (Foto:Dok)

Jakarta: Tata kelola data yang kurang baik (data governance) berpotensi merugikan konsumen maupun masyarakat. Hal ini berdampak pada fenomena ledakan data, kebocoran data, pelanggaran data privasi, dan penyebaran hoaks.

Faktor tersebut menjadi latar belakang diselenggarakannya DataGovAI 2018 Summit & Awards, beberapa waktu lalu. DataGovAi Summit and Award 2018 diselenggarakan oleh ABDI (Asosiasi Blockchain, Data Analytics & AI) dan SingEx Pte (PT Omni Expo) sebagai event organizer.

"Data Governance dan artificial intelligent (AI) sangat strategis dengan melihat fenomena dunia baik dari sudut sospol, ekonomi, keamanan siber dan evolusi, serta disrupsi Teknologi Data (DT) dari Teknologi Informasi (IT) atau transformasi Digital," kata Rudi Rusdiah, selaku Chairman ABDI, founder dan host DataGovAI Summit & Awards.

Acara ini menjadi momentum pentingnya data analytics bagi para pembuat kebijakan dunia dalam mengurangi ketidakpastian global akibat perang dagang antara para raksasa hegemon ekonomi dunia. Perang dagang ini memberikan dampak bagi seluruh negara.



Di balik perang dagang, Amerika menyiapkan pasukan cyber dan program penyadapan omni channel PRISM, sedangkan Tiongkok juga menyiapkan pasukan cyber dan Firewar Greatwal.

Hal serupa juga dilakukan oleh Rusia, Korea Utara, dan Korea Selatan yang tentu tidak akan mau ketinggalan saling menyadap data strategis dan kritis dari lawannya. Ini juga bisa dijadikan momentum pentingnya data governance.



Pada kesempatan yang sama Deputi Identifikasi dan Deteksi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Irjen Pol Dharma Pongrekun menegaskan pentingnya prinsip keamanan dalam pengelolaan Big Data. BSSN sudah membuat komitmen sinergi dengan para stakeholder terkait pengamanan data.

Acara ini menjadi ajang pertemuan dan pertukaran informasi terbaru antara semua pemain di sektor data infrastruktur dan AI, data security, data sebagai energi, aset dan kompetensi di masa mendatang.

Kesuksesan acara ini juga berkat kerja sama dari berbagai pihak. Peserta dari berbagai negara turut meramaikan acara ini, yakni, Nepal, India, Malaysia, Singapura, dan Tiongkok.
(ROS)