Hasil Seleksi Jadi Acuan Pengangkatan

Guru Honorer Harusnya Diberi Kesempatan Seleksi CPNS

Intan Yunelia    •    Kamis, 27 Sep 2018 19:08 WIB
Guru Honorer
Guru Honorer Harusnya Diberi Kesempatan Seleksi CPNS
Guru sedang mengajar di depan kelas, MI/Gino Hadi.

Jakarta: Pemerintah seharusnya memberikan kesempatan kepada semua guru honorer untuk mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Kesempatan ini adalah sebagai bentuk penghargaan pemerintah terhadap pengabdian mereka selama ini.

"Namun hasil seleksi tetap harus menjadi acuan dalam pengangkatan," kata Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Pandu Baghaskoro dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis, 27 September 2018.

Pandu mengatakan, rencana pengangkatan guru honorer menjadi PNS tentu sangat baik, dan telah lama dinanti oleh seluruh guru honorer di Indonesia. Namun, dari 157.210 guru honorer yang terdapat pada basis data pemerintah, hanya 12.883 yang memenuhi syarat untuk mengikuti tes CPNS. 

Akhirnya, nasib guru honorer yang telah mengabdi puluhan tahun pun dirasa menjadi sia sia. “Saya rasa hak untuk mengikuti seleksi CPNS haruslah diberikan kepada seluruh guru honorer terdaftar. Pemerintah perlu mengambil langkah cepat untuk memberi pengecualian persyaratan CPNS bagi guru honorer ini (misalnya menghapuskan batas usia maksimal pendaftaran CPNS khusus untuk guru honorer),” jelas Pandu.

Walaupun ada beberapa unjuk rasa yang dilakukan guru honorer, untuk menuntut agar pengangkatan menjadi PNS ini hanya mengacu pada lama pengabdian tanpa ada ujian seleksi.  Hal ini menurut Pandu bukanlah hal yang tepat. 

Guru PNS tetap harus memiliki kompetensi yang mumpuni, untuk melaksanakan tugas seorang guru dengan baik. Sebagai gantinya, lanjut Pandu, pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan reward yang setimpal, sehingga kesejahteraan guru juga terjamin.

“Pemerintah perlu memberikan hak bagi seluruh guru honorer untuk ikut tes seleksi CPNS," terang Pandu.

Dalam seleksi CPNS itulah, para guru honorer dapat bersaing satu dengan yang lainnya secara adil. Seleksi inilah juga yang nantinya akan menyaring “kesalahan” masa lalu, di mana sejumlah pengangkatan guru honorer terjadi di luar landasan Undang Undang yang berlaku. 

"Melalui seleksi ini juga, pemerintah dapat betul-betul memperoleh tenaga pengajar yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan," ungkap Pandu.

Baca: Perpres PPPK Tunggu Telaah Akhir Kemenkeu

Selain itu, seleksi CPNS untuk guru honorer perlu dipastikan dapat menguji kemampuan guru honorer dengan baik. Beberapa bidang uji yang perlu untuk diikutsertakan seperti psikotes dengan melihat tingkat motivasi dan minat, uji kemampuan teknis kompetensi dalam bidang ilmu, seperti matematika, IPA, olahraga atau ilmu agama.

Selain itu juga, uji kemampuan mengajar kemampuan guru dalam memberikan materi pengajaran, membimbing siswa dan kreativitas dalam mengajar.  Pandu menguraikan, ada baiknya juga seleksi dibagi menjadi beberapa tahap, untuk memudahkan proses seleksi.

Misalnya, di tahap satu mengikuti psikotes, bagi yang lolos tahap satu dapat melanjutkan ke tahap dua untuk mengikuti uji kemampuan teknis dan yang lolos masuk ke tahap tiga untuk mengikuti uji kemampuan mengajar. "Seleksi yang ketat dan bertahap seperti ini juga akan dapat meningkatkan kualitas pengajar nasional," tutup Pandu.


(CEU)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA