Jokowi: Mahasiswa Harus Mengikuti Perubahan Dunia

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 14 Sep 2018 11:43 WIB
teknologiRevolusi Industri 4.0
Jokowi: Mahasiswa Harus Mengikuti Perubahan Dunia
Presiden Joko Widodo - Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.

Jakarta: Presiden Joko Widodo meminta anak muda, khususnya mahasiswa, mengikuti perubahan dunia yang cepat. Kalau tidak bisa mengimbangi perubahan itu, Indonesia niscaya tertinggal dari negara lain.

"Sekarang telah terjadi perubahan besar dunia global. Kita harus ikuti. Anak muda, apalagi mahasiswa, harus tahu internet of think, 3D printing, virtual reality. Kalau enggak ngerti ditinggal kita, jangan urusan kecil-kecil, urusan masa depan lupa. Coba sekarang 3D printing buat rumah dalam (hitungan) jam, dan sudah terjadi," kata Jokowi dalam Kongres XXXVI Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di The Forest Resort, Pamoyanan, Bogor Selatan, Jawa Barat, Jumat, 14 September 2018.

Adapula revolusi industri 4.0. Mckenzie Global Institute menyebut revolusi industri itu 3.000 lebih cepat dibandingkan yang pertama.

Jokowi menilai bakal terjadi perubahan besar di dunia ini. Karena itu, dia meminta, anak-anak muda sebagai generasi masa depan mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan itu.

"Apa yang harus disiapkan itulah pekerjaan besar itu. Kita bisa melakukan lompatan, kalau kita bisa merencanakan, mengantisipasi perubahan yang ada, menyiapkan itu. Kalau tidak, betul-betul ditinggal kita," ucap dia.

Jokowi menceritakan pengalamannya main ke kantor Facebook. Dia diajak CEO Facebook Mark Zuckerberg bermain pingpong menggunakan kacamata, tanpa bola dan meja sungguhan.

(Baca juga: Jokowi: Saya Sering Dibilang Ndeso Sama Anak)

Jokowi merasa memukul bola pingpong bersama Mark. Namun, dia tak tahu orang di sekitarnya itu bisa melihat permainannya atau tidak.

Tak hanya pingpong, kecanggihan teknologi ini juga membuat orang bisa bermain sepak bola di dalam ruangan. Dia tak ingin Indonesia tertinggal dengan perubahan besar itu. Karena itu, dia meminta anak-anak muda untuk bisa mempersiapkan diri untuk mengantisipasi perubahan itu.

"Jangan sampai kita ditinggal perubahan yang ada dan ini yang bisa antisipasi siapa? Anak-anak muda, mahasiswa, mohon maaf yang tua-tua seperti saya sepertinya sudah ketingggalan banget. Saya setiap hari belajar-belajar apa sih, saya ingin belajar terus. Kalo enggak ya enggak sambung kita nanti. Ke depan ini milik anak-anak muda," ujar dia.

Dia menyebut beberapa anak muda Indonesia juga sudah bisa mengikuti perubahan di dunia ini. Contohnya, pendiri Tokopedia William Tanuwijaya, pendiri Bukalapak Achmad Zaky, serta CEO GoJek Nadiem Anwar Makarim.

Karena mampu mempersiapkan diri secara matang, lanjut dia, anak-anak muda itu mampu memiliki aset hingga Rp15 triliun dalam lima tahun. Bahkan, Jokowi mengaku hanya memiliki aset 30-40 miliar selama 23 tahun menjalani ekspor mebel.

"Saya mengajak semuanya untuk persiapkan diri dalam menghadapi perubahan-perubahan itu. Persatuan kita, kerukunan kita harus terus kita jaga supaya mereka semuanya menjadi satu," pungkas dia.

(Baca juga: Kesiapan SDM Kunci Utama Hadapi Revolusi 4.0)
 


(REN)