Laporan dari Polandia

Indonesia Sampaikan Draf Kesimpulan Negosiasi COP 24

Dheri Agriesta    •    Rabu, 12 Dec 2018 16:06 WIB
perubahan iklimktt perubahan iklim
Indonesia Sampaikan Draf Kesimpulan Negosiasi COP 24
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar (kiri) Konferensi Perubahan Iklim The 24th session of the Conference of the Parties (COP 24) to the United Nation Convention on Climate Change (UNFCCC). Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta

Katowice: Konferensi Perubahan Iklim The 24th session of the Conference of the Parties (COP 24) to the United Nation Convention on Climate Change (UNFCCC) memasuki minggu kedua. Dialog pada konferensi ini menargetkan panduan implementasi Perjanjian Paris dan Nationally Determined Contribution (NDC).

Ketua Tim Perunding Delegasi Indonesia untuk UNFCCC Nur Masripatin menyebut Indonesia telah menyampikan draf kesimpulan kepada Presiden COP Patricia Expinosa sebagai bahan pertemuan tingkat menteri. Nur mengatakan perbedaan pandangan masih terjadi di antara negosiator masing-masing negara, meski draf konklusi yang menjadi cikal Katowice Outcome sebagai pedoman pelaksanaan Perjanjian Paris telah diserahkan.

Hingga saat ini, Nur menyebut seluruh delegasi masih membahas perbedaan pandangan dalam hal modal, prosedur dan pedoman NDC, pedoman pendanaan adaptasi, dan kerangka transparansi.

"Pada dasarnya kepentingan kita dalam mempersiapkan implementasi Perjanjian Paris telah terakomodasi di dalam draf-draf yang akan disampaikan ke ministerial level yang berlangsung di Minggu kedua ini", kata Nur Masripatin di Katowice, Selasa, 11 Desember 2018.

Baca juga: Indonesia-Australia Jajaki Kerja Sama Penanganan Sampah Laut

Dalam konsultasi seluruh negosiator dan Presiden COP, Indonesia juga menyampaikan pandangan tentang struktur keputusan. Indonesia mengusulkan agar keputusan sejalan dengan elemen yang disepakati dalam konsultasi tersebut.

"Indonesia juga memberikan masukan terkait substansi dari masing-masing elemen tersebut," lanjut Nur.

Hingga minggu kedua ini, delegasi Indonesia mengikuti sejumlah agenda Presidency COP. Nur memastikan delegasi bakal mengutamakan kepentingan nasional dalam setiap pembahasan itu.

"Kalau ada yang perlu kami informasikan ke menteri sebagai head of delegation (kepala delegasi), segera kami sampaikan agar menjadi pertimbangan beliau di pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden COP," pungkas Nur.

Baca juga: Indonesia Siapkan Rencana Pembangunan Rendah Karbon

Sebelumnya, Patricia Expinosa saat pembukaan COP 24 UNFCCC mengatakan panduan implementasi bakal memudahkan penerapan Perjanjian Paris. Dalam perjanjian itu sejumlah target disepakati, seperti adaptasi terhadap dampak perubahan iklim, penurunan emisi gas rumah kaca, dan penyediaan dana dan dukungan bagi negara berkembang dalam melawan perubahan iklim.

Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ruandha Agung Sugardiman mengatakan agenda yang diperjuangkan delegasi Indonesia di forum internasional ini sejalan dengan upaya pengendalian iklim dalam negeri. Bahkan, lebih maju.

"Kerangka transparansi misalnya terutama bicara tentang aksi dan dukungan, kita telah memiliki sistem registry nasional yang telah di-launching Menteri LHK pada 1 November 2016", jelas Ruandha.

Baca juga: Peru Ingin Pelajari Pengelolaan Gambut Indonesia

Indonesia telah memiliki sistem inventarisasi nasional bernama SIGN SMART dan telah mengembangkan sistem MRV sesuai pedoman pelaksanaan NDC. Semua itu dapat diunggah di laman resmi Kementerian LHK.

"Untuk adaptation communication yang merupakan pelaporan bagaimana program ketahanan terhadap dampak perubahan iklim, kita sudah persiapkan. Terdapat 1.981 kampung iklim yang berasal dari 322 Kabupaten/kota dan 33 provinsi," kata Ruandha. 




(MBM)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA