Tahun 2017 Puspiptek Membina 21 Tenant, Apa Target pada 2018?

Gervin Nathaniel Purba    •    Sabtu, 30 Dec 2017 10:29 WIB
puspiptek
Tahun 2017 Puspiptek Membina 21 Tenant, Apa Target pada 2018?
Gedung di kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan. Foto: dok Puspiptek

Tangerang Selatan: Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong sepanjang 2017 telah membina 21 tenant melalui program ko-inkubasi bisnis teknologi. Perkembangan bisnis mereka sampai Desember 2017 rata-rata memuaskan.

Konsep ko-inkubasi merupakan proses inkubasi yang dilakukan bersama-sama dengan inkubator yang bermitra dengan Puspiptek dalam membimbing para tenant mulai membangun bisnis. Tujuannya, Puspiptek ingin mendongkrak jumlah pebisnis berbasis teknologi.

Kepala Bidang Kerja Sama dan Bisnis Teknologi Puspiptek Dadan Nugraha mengatakan kesuksesan tenant dinilai dari dua aspek. Pertama, jumlah omzet yang diraih selama proses inkubasi. Kedua, dari sisi penyerapan jumlah tenaga kerja.

Dari sisi omzet, secara keseluruhan tenant mencatatkan pendapatan Rp2,3 miliar selama periode Juni sampai November 2017, atau rata-rata Rp110 juta per tenant. Sedangkan dari sisi tenaga kerja, mereka menyerap 186 orang.

Menurut Dadan, penyerapan jumlah tenaga kerja disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tenant. Ada yang usahanya hanya membutuhkan empat orang, namun beberapa menyerap 30 tenaga kerja.

"Jadi itu indikator utama. Dilihat apakah tenant mempunyai progres bagus atau tidak. Secara prinsip, kami melihat dari kinerja mereka apakah kualitas produk laku di pasaran, apakah sudah memenuhi aturan tertentu, izin tertentu untuk makanan minuman dan obat, apakah sudah ada legalitas usaha, kerja sama dengan distributor, dan sebagainya," kata Dadan kepada Metrotvnews.com/Medcom.id di kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Jumat, 29 Desember 2017.

Dadan menambahkan, sebanyak 17 tenant menunjukkan tren pertumbuhan yang baik. Hanya empat tenant yang belum menunjukkan tren pertumbuhan, bahkan belum ada penjualan. Menurutnya, para tenant masih fokus pada legalitas usaha dan prototype produk sehingga ditargetkan baru akan menjual produk pada tahun depan.

Namun demikian, Dadan mengungkapkan belum ada jaminan sukses bagi 17 tenant meskipun telah menunjukkan tren yang bagus. Tantangan mereka baru dimulai ketika keluar dari proses inkubator.

"Nanti dilihat apakah mereka masih bertahan atau tidak. Itu ukuran kami," ujarnya.

17 tenant yang dinilai sukses menggelut bisnisnya di berbagai bidang, seperti makanan minuman, TIK, lingkungan hidup, pangan, pertahanan dan keamanan, kesehatan, material, dan peralatan laboratorium. Tenant yang membangun bisnis di bidang pangan dinilai mengalami pertumbuhan omzet paling cepat.

Satu tenant sudah dilirik pemerintah daerah, yakni Green Well. Tenant yang bergerak di bidang teknologi material maju ini merupakan start up yang mengembangkan teknologi baru untuk sumur resapan.

Teknologi sumur resapan karya Green Well diklaim lebih efisien, efektif, murah, dan tahan lama. Sumur resapan Green Well mampu menampung minimal 6,4 kubik air serta dapat cepat dikerjakan dengan metode knockdown.

Menurut Dadan, produk sumur resapan tersebut mendapat respons baik dari pemerintah daerah. Apalagi saat ini banyak yang menggunakan sumur resapan di Tangerang. "Pemda buat program untuk sumur resapan. Ketika kami tawarkan produk ini banyak tertarik terutama di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang," katanya.

Tidak hanya tenant yang mengikuti program inkubasi pada tahun ini. Kesuksesan juga diraih tenant yang sudah lulus inkubasi, yaitu Mangano. Dadan menceritakan, Mangano berencana mengekspor produk makananya ke Korea Selatan pada Januari 2018.

"Mulai Januari 2018, mau produksi di sini (kawasan TBIC Puspiptek). Mereka sudah dapat marketnya Korea. Setiap bulan, menurut komitmen mereka, 80 ribu pis ekspor ke sana. Sekarang ini mereka produksi di rumah di Bogor dengan kapasitas sekitar 3 ribuan per bulan," ucapnya.

Puspiptek selalu membantu para tenant dalam membuka jaringan melalui berbagai kegiatan seperti seminar, pameran, dan temu bisnis dengan asosiasi.

"Untuk meningkatkan produk, selain pameran dan kegiatan seminar, ada juga sarana untu pengurusan paten," ujar Kepala Subbidang Pengelolaan Data dan Informasi Puspiptek Edy Margana.

Selama proses inkubasi, Dadan melanjutkan, setidaknya ada tiga hal yang menjadi hambatan para tenant. Petama soal kualitas produk yang belum bisa diterima di pasaran, meskipun berdasarkan peniliaian bagus. Sehingga, tenant harus menyesuaikan dengan keinginan pasar.

"Kedua dari aspek bisnis. Banyak dari peneliti yang tidak ada pengalaman dan ilmu bisnis. Jadi mereka harus benar-benar cari mitra yang satu visi," tutur.

Ketiga, umumnya para pengusaha pemula belum mempunyai aset, seperti gedung kantor sendiri. Dengan mengikuti inkubasi, para tenant bisa menyewa tempat di Puspiptek.

"Kami ingin bantu selama proses inkubasi. Jadi, kami harapkan selama proses inkubasi mereka sudah punya semua, legalitas usaha, legalitas produk, izin, dan pasarnya sudah terbuka," kata Dadan.

Target Tahun Depan

Dadan mengatakan, tahun depan Puspiptek akan menerima 20 tenant sesuai keputusan Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi Kemenristekdikti. Namun, jumlah itu kemungkinan bertambah jika pembangunan gedung baru di kawasan Puspiptek selesai pada Maret 2018.

Seperti tahun ini, pada 2018 para tenant akan mendapatkan uang insentif dari Puspiptek sebesar Rp5 miliar. Bantuan tersebut diharapkan bisa digunakan sebaik mungkin untuk mengembangkan produk dan fasilitas laboratorium di kawasan Puspiptek.

Puspiptek juga akan lebih sering memberikan pelatihan kepada para tenant. Rencananya akan ada coaching business dua kali dalam sebulan agar penjualan tenant bagus.

"Kalau untuk coaching business kami serahkan ke inkubator. Tahun depan kami wajibkan sebulan dua kali. Kami sudah tunjuk tim coaches yang profesional," imbuh Dadan.

Puspiptek juga menargetkan bisa menarik lebih banyak industri untuk membangun fasilitas pusat penelitian (research and development) di kawasan TBIC Puspiptek. Hal itu sejalan dengan konsep National Science Techno Park, di mana dalam kawasan tersebut terdapat pusat penelitian, pusat industri, dan pusat pengembangan kewirausahaan.

21 tenant yang mengikuti proses inkubasi di Puspiptek pada tahun ini.

1. CV. Indowifi Surya Solusi (produk WI4GO)
2. Agro Teknologi Polimer (Kumbung-7 Pintar)
3. Indo Metro Surya Andola (beras singkong)
4. Powertech Mitra Asia (Bitumen Nano Waterproofing)
5. Pustek Energi dan Teknologi (CPI Oil Water)
6. Elisa Soejono (egg go-green)
7. Nucla Teknindo Jaya (Gamma Density)
8. Adhi Guna Laboratorium (bibit kentang)
9. Aminudi (Biomagg)
10. Microtec Sukses Indonesia (Microtec)
11. Geliyat Inovasi Mandiri (Natural Black Garlic)
12. Ray Energy Solution (aplikasi Submarine Drone)
13. Envinix (soket pintar wifi)
14. Karunia Kautsar Perdana (Spirumee)
15. Stephnus Furniture (sofa berbasis limbah botol plastik)
16. Valesx Folifix (TL/LED lighting furnitures)
17. DNR International (Zirkonia)
18. Eloktrikel Teknologi Indonesia (Alien Lox)
19. iStar Visual Otomasi (PLC Micro for Robotic Solution)
20. CV. Sari Burton (Ke'if)
21. Sobat Bumi Community (sumur resapan Green Well).


(TRK)