Menteri PPA Angkat Bicara soal Bullying di Gunadarma

Riyan Ferdianto    •    Senin, 17 Jul 2017 17:19 WIB
bullying
Menteri PPA Angkat Bicara soal <i>Bullying</i> di Gunadarma
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Yohana Yembise--Metrotvnews.com/Riyan Ferdianto

Metrotvnews.com Jakarta: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA), Yohana Yembise angkat bicara soal kasus bullying di Universitas Gunadarma. Menurutnya, semua pihak harus bertanggung jawab dengan kejadian tersebut.

"Semua itu bukan hanya tanggung jawab kami dan pemerintah," kata Yohana di Kantor Kementerian PPPA, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin 17 Juli 2017

Baca: Merundung Penyandang Disabilitas Ciri Seseorang Kehilangan Daya Empati

Yohana mendukung apa yang ditempuh para pegiat sosial. Hal itu dengan melakukan mediasi dengan pihak Universitas. "Kami mendukung masyarakat atau lembaga yang mau membantu melindungi seluruh anak-anak di Indonesia. Itu memang sangat baik," tutur Yohana.

Menurutnya, koordinasi antara pemerintahan dengan para pegiat dari lembaga sosial itu merupakan hal yang sangat positif. "Jika mereka bisa berkoordinasi dengan kita, akan (menjadi hal yang) sangat baik," ujar Yohana.

Sebelumnya, beberapa aktivis mendatangi kampus yang berada di Kelapa Dua Depok. Hal itu terkait aksi bullying yang dialami mahasiswa autis di Universitas Gunadarma.

Salah satu aktivis Gerakan Masyarakat Peduli Hak Hak Penyandang Disabilitas Primaningrum Arinarresmi mengatakan aksi yang digelar bertujuan menyampaikan keprihatinan. Mereka menuntut kasus ini diselesaikan secara tuntas.

Primaningrum berharap, semua Mahasiswa yang terlibat dan meramaikan perbuatan keji diberikan sanksi sosial. "Hukuman sanksi sosial tersebut adalah lima tahun berturut turut mengikuti kegiatan Penyandang Disabilitas, minimal dua kali setiap bulannya," terangnya.

Baca: Jokowi Dituntut Bentuk Komisi Nasional Disabilitas

Pasal 42 ayat 3 UU Nomor 8 Tahun 2016 menyatakan Setiap Penyelenggara Pendidikan Tinggi wajib menfasilitasi pembentukan Unit Layanan Penyandang Disabilitas. "Dari durasi video bukan dalam kapasitas becanda ini kasus bullying," ucapnya.

Baca: Mahasiswa Autis Dibully, Agus Hermanto: Harus Dibawa Ke Ranah Hukum

Politikus Demokrat itu mendesak pihak kampus mencari akar permasalahan bullying agar kasus tak berulang. Kasus ini juga harus bisa menjadi pembelajaran untuk menyempurnakan regulasi untuk memenuhi seluruh kebutuhan kaum disabilitas.

Kasus bullying di Gunadarma meledak lewat video berjudul Lemparan Tong Sampah Maut. Video menuai kecaman.


(YDH)