Program Magrib Mengaji Pemkab Lebak Diyakini Tangkal Radikalisme

Nur Azizah    •    Kamis, 03 Aug 2017 07:15 WIB
radikalisme
Program Magrib Mengaji Pemkab Lebak Diyakini Tangkal Radikalisme
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat Sosialisasi kontra radikal yang diadakan Divisi Humas Polri di Banten, Rabu, 2 Agustus 2017. Foto: Metrotvnews,com/ Nur Azizah.

Metrotvnews.com, Banten: Pemerintah Kabupaten Lebak mengeluarkan Peraturan Daerah Program Magrib Mengaji. Setiap hari anak-anak diwajibkan mengaji sejak pukul 18.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Tak hanya itu, Pemkab Lebak juga mengeluarkan Perda terkait Madrasah Diniyah dan kegiatan Pondok Pesantren. Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya meyakini ketiga program tersebut bisa menghambat lahirnya paham radikal.

"Kami ingin menciptakan Lebak yang cerdas dan berkarakter. Bukan saja hanya pendidikan umum tapi juga pendidikan agama," kata Iti dalam Sosialisasi kontra radikal yang diadakan Divisi Humas Polri di Banten, Rabu, 2 Agustus 2017.

Iti berharap ketiga program itu bisa memberikan pemahaman dasar soal bahaya paham radikal. Ia ingin melalui program Magrib Mengaji, Madrasah Diniyah dan kegiatan Pondok Pesantren anak-anak memiliki akhlak yang baik.

"Dengan memberikan pemahaman dasar ini tidak akan ada lagi anak yang terkontaminasi oleh arus globalisasi. Yang membawa mudharat bagi anak-anak," jelas Iti.

Sementara itu, Ketua MUI Lebak Upu Mahmuddin menyampaikan, melalui ketiga program tersebut bisa memberikan pemahaman soal tafsir Al-Quran. Sebab, tak sedikit masyarakat yang gemar menafsirkan ayat Alquran sepotong-sepotong dan salah

"Menafsirkan Al-Quran itu Harau memiliki banyak ilmu. Mentang-mentang lulusan Tsanawiyah langsung seenaknya menafsirkan ayat," pungkas Iti.


(DEN)