Penerbangan VVIP dan Sipil di Halim Sudah Diatur

Nur Azizah    •    Sabtu, 22 Apr 2017 05:30 WIB
Penerbangan VVIP dan Sipil di Halim Sudah Diatur
Pesawat Kepresidenen RI tengah taxi di landasan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: Penerbangan pesawat Kepresidenan disebut telah menghambat penerbangan komersil di Banadara Halim Perdanakusuma. Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso menegaskan penerbangan VVIP, militer dan komersial sipil di Bandara Halim Perdanakusuma sudah diatur.

Aturan tersebut sudah disepakati sejak bandara dibuka untuk penerbangan komersial sipil pada 10 Januari 2014.

"Bandara Halim Perdanakusuma adalah bandara enclave sipil. Di mana bandara tersebut terletak di Pangkalan Utama (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma. Lanud Halim Perdanakusuma ini juga melayani penerbangan VVIP Kepresidenan dan tamu-tamu negara," ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat, 21 April 2017.

Menurut Agus, penerbangan VVIP telah diatur dalam Surat Edaran Dirjen Perhubungan Udara nomor SKEP/188/VII/2006 tentang VVIP. Yang dimaksud  VVIP adalah Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia dan Kepala Negara Pemerintahan Negara Asing.

Dalam Surat Edaran tersebut, diatur tentang prioritas pergerakan pesawat VVIP.  Apabila dibutuhkan, lanjut Agus, bisa diterbitkan NOTAM Expected Delay dengan ketentuan 30 menit sebelum keberangkatan dan 15 menit setelah kedatangan.

Sedangkan untuk penerbangan kemiliteran, telah diatur dalam aturan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (Internasional Civil Aviation Organization/ ICAO) ANNEX 11 tentang Air Traffic Services. Dalam ANNEX 11 disebutkan antara penerbangan sipil dan militer harus terintegrasi dan selaras.

Semua pihak yang terkait dengan penerbangan VVIP, Militer dan penerbangan sipil harus menyesuaikan dengan peraturan-peraturan tersebut. "Semua pengaturan tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan serta kenyamanan penumpang," lanjut Agus.

Terkait dengan jadwal penerbangan VVIP di Bandara Halim Perdanakusuma pada 21 April, Agus menyatakan bahwa Ditjen Perhubungan Udara telah mengeluarkan NOTAM. Isi NOTAM itu menyatakan bahwa di Bandara Halim Perdanakusuma ada pergerakan penerbangan VVIP pada pukul 08.00-08.45 UTC dan pukul 10.00-10.45 UTC.

Dengan adanya NOTAM dan mengacu pada aturan-aturan di atas, penerbangan komersial sipil di Bandara Halim Perdanakusuma sudah menyesuaikan dan tidak ada penerbangan yang dibatalkan.
(SUR)