Kapolri akan Cabut Larangan bagi PO Bus Pedemo

Ilham wibowo    •    Senin, 28 Nov 2016 18:39 WIB
unjuk rasa
Kapolri akan Cabut Larangan bagi PO Bus Pedemo
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. MI/PANCA SYURKANI

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian sepakat mencabut larangan kepada perusahaan otobus (PO) untuk mengangkut massa aksi 2 Desember. Permintaan ini disampaikan Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Habib Rizieq Syihab.

"Kita sudah sepakat. Besok juga saya akan sampaikan supaya PO (perusahaan otobus) dapat antarkan saudara kita. Hanya pesan saya, datang dengan niat tulus untuk ibadah," kata Tito di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

Tito akan menginstruksikan kepada polda-polda untuk mencabut larangan tersebut. Larangan yang sempat diberlakukan, kata dia, merupakan bagian dari tugas Polri untuk menjamin keamanan Ibu Kota. 

Larangan dikeluarkan tak lepas lantaran aksi akan dilakukan di kawasan jalan protokol. "Ini tanggung jawab kami tanpa maksud antipati terhadap umat Islam. Saya Islam, ini tugas yang buat kami harus tegakan aturan. Kita bangun komunikasi," ujar Tito

Kapolri telah menyepakati aksi 2 Desember tetap dilakukan dengan memusatkan berkumpulnya massa hanya di kawasan Monumen Nasional (Monas). Menurut Tito, pengamanan akan diberlakukan sesuai prosedur.

"Kita sudah dapat solusi di Monas. Ini ruang publik lebar, pejalan kaki tak terganggu," kata dia.

Sementara itu, Habib Rizieq Syihab menyambut baik itikad dari Kapolri. Massa dari luar daerah tak perlu datang dengan berjalan kaki. "Alhamdulillah, ini kami sudah sampaikan kesepakatan," ujar dia.


(OGI)