Mensos akan Sisir Daerah Tertinggal

   •    Selasa, 20 Mar 2018 17:19 WIB
kemiskinandesa tertinggal
Mensos akan Sisir Daerah Tertinggal
Menteri Sosial Idrus Marham (tengah) saat berbincang-bincang di Kantor Media Group, Kedoya, Jakarta. Foto: MI/Permana.

Jakarta: Menteri Sosial Idrus Marham akan menyisir daerah yang masih tertinggal. Setidaknya ada 41 kabupaten/kota yang akan disambangi tahun ini.
 
"Kita tidak bisa bicara tanpa melihat langsung kondisi di sana. Kita tidak bisa bicara Asmat kalau enggak ke sana, ke Atambua, Kalimantan dan lainnya. Kita sisir semua," kata Idrus saat melakukan kunjungan ke Metro TV, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa, 20 maret 2018.
 
Idrus mengatakan, daerah tertinggal, terutama di perbatasan, menjadi perhatian khusus Presiden Joko Widodo. Pemerataan terus dilakukan dengan membangun infrastruktur.
 
"Kalau Presiden sudah bangun gedung di perbatasan, maka harus diimbangi dengan peningkatan SDM (sumber daya manusia). Itu bisa menjadi pertahanan yang kuat. Mereka jadi bangga menjadi bangsa Indonesia," ujarnya.
 
Idrus menegaskan, dirinya berupaya menyambangi semua wilayah kabupaten/kota. Namun, tetap ada skala prioritaskan pada wilayah tertentu.
 
"Kita lakukan rakor (rapat koordinasi) dengan pemerintah di sana. Kita salurkan bantuan sosial, kita inventarisasi kemiskinan. Kita jalankan program kerja yang tepat tujuan," katanya.

Baca: Semangat Membangun Desa dan Wilayah Tertinggal

Idrus menyadari data kemiskinan tidak bisa sepenuhnya dijadikan acuan meningkat atau menurunnya angka kemiskinan di suatu daerah.
 
"Data kemiskinan itu sangat dinamis, tidak ada yang definitif. Tida ada satu negara pun di dunia yang memiliki data kemiskinan yang valid. Ketika terjadi pembangunan tentu perekonomian membaik, ketika terjadi PHK tentu berdampak juga pada perekonomian," katanya.
 
Idrus menkankan, pihak yang paling tahu masalah utama di darah adalah kepala daerah. Dirinya sudah berupaya melakukan koordinasi, namun hal itu kadang belum berjalan baik.
 
"Sebenarnya, persoalan kita ini bukan kesenjangan ekonomi. Tapi kesenjangan niat. Mau tidak berbakti, bekerja setulusnya buat menyejahterakan rakyat? Jadi semua tergantung niat," kata Idrus.




(FZN)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

1 month Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA