Senam Peregangan Kemenkes Pecahkan Rekor

Juven Martua Sitompul    •    Minggu, 12 Nov 2017 14:29 WIB
kampanye kesehatan
Senam Peregangan Kemenkes Pecahkan Rekor
Menteri Kesehatan Nila Moeloek menerima piagam penghargaan dari MURI--Metrotvnews.com/Juven Martua Sitompul

Jakarta: Senam peregangan yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-53 memecahkan rekor. Museum Rekor Indonesia (Muri) mencatat senam yang diikuti 12 ribu orang itu sebagai senam dengan peserta terbanyak di dunia.

Piagam penghargaan itu diterima langsung oleh Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek dengan didampingi pejabat tinggi Kemenkes lainnya.

"Senam hari ini diajukan sebagai rekor Indonesia, tapi setelah saya melihat apa yang terjadi di sini, ini bukan rekor Indonesia tapi rekor dunia," kata Direktur rekor Muri Jaya Suprana saat memberikan penghargaan di acara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 di Bundaran HI, Jakarta, Minggu 12 November 2017.

Pada kesempatan itu, Nila menyebut gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) merupakan hal yang paling utama dan mendasar. Menurutnya, keberhasilan program kesehatan tidak lepas dari peran masyarakat. Selain itu juga faktor diterbitkannya Inpres Nomor 1 tahun 2017 tentang GERMAS pada 27 Februari 2017.

Selain untuk meminimalisir penyakit, GERMAS yang diprakarsai oleh Presiden Joko Widodo ini juga bertujuan untuk menghindari penurunan produktivitas penduduk. Sekaligus menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan.

"Melalui GERMAS, diharapkan agar kerjasama antar sektor dan lintas program menjadi katalisator bagi masyarakat untuk mampu berperilaku hidup sehat, yang pada akhirnya dapat membentuk sumber daya manusia Indonesia yang unggul, pondasi bangsa Indonesia yang kuat," kata Nila.



Di sisi lain, Nila menyebut jika GERMAS mengajak masyarakat untuk melakukan aktifitas fisik. Misal mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban.

Namun, pada tahap awal implementasinya baru fokus pada tiga kegiatan sederhana. Yakni, melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, mengonsumsi buah dan sayur. Terakhir, memeriksakan kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali sebagai upaya deteksi penyakit secara dini.

"GERMAS mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan yang tidak sehat. Menjadi mau melakukan langkah kecil perubahan pola hidup ke arah yang lebih sehat," pungkas Nila.


(YDH)