STIP Mengklaim Sudah Memisahkan Blok Senior-Junior

Al Abrar    •    Rabu, 11 Jan 2017 17:23 WIB
penganiayaan di stip
STIP Mengklaim Sudah Memisahkan Blok Senior-Junior
STIP di Cilincing Jakarta Utara/MI/Immanuel

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Capt Weku F Karuntu mengklaim telah mengantisipasi munculnya kekerasan antartaruna di STIP. Pencegahan dilakukan dengan memisahkan lokasi senior dan junior.

"Pengamanan internal kita sudah buat blok dan ring sendiri dengan senior," kata Weku di rumah duka Amirulloh Adityas Putra, korban tewas penganiayaan senior STIP, Jalan Warakas 3, Tanjung Priok, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017).

Weku mengaku sudah semaksimal mungkin mengamankan. Bahkan, pengamanan melibatkan TNI dan Polri.

"Kami kerja sama dengan TNI AL dan Polri yang mem-backup. Bahkan dari internal yang total melakukan penjagaan ada 23 orang, termasuk CCTV," jelas dia.

Amirulloh Aditya Putra atau Amir meregang nyawa usai dianiaya keempat seniornya. Kekerasan terhadap korban diduga tidak hanya sekali terjadi.

Weku mengatakan, STIP akan berupaya semaksimal mungkin agar kasus kekerasan antartaruna yang menyebabkan Amir tewas tidak berulang. "Ini memang kejadian luar biasa yang memang kita sudah semaksimal mungkin untuk tidak terjadi seperti ini.  Dan kejadian itu terjadi malam hari, kita beruapaya yang terbaik mengeliminasi kejadian ini," ucap dia.

Kasus penganiayaan terjadi terhadap Amirulloh Adityas Putra, siswa STIP, Cilincing, Jakarta Utara. Berawal pada pukul 17.00 WIB, Selasa, 10 Januari, SM, terduga pelaku, mengajak pelaku lainnya berkumpul dan merencanakan penganiayaan kepada junior.

Pukul 22.00 WIB, SM memanggil enam taruna tingkat 1 untuk berkumpul di lantai dua, kamar M-205, gedung Dermotery ring empat, kampus STIP. Satu per satu taruna tingkat satu datang ke lokasi yang sudah ditentukan.

Di sana, senior memukuli korban secara bergantian dengan tangan kosong. Pukulan diarahkan ke perut, dada, dan ulu hati. Amirulloh mengalami hal sama.

"Pada pukulan terakhir oleh pelaku W, korban ambruk ke dada pelaku W," kata Kapolsek Cilincing Kompol Ali Yuzron saat dikonfirmasi Metrotvnews.com.

Pelaku bersama beberapa orang yang menyaksikan peristiwa itu mengangkat Amirulloh ke tempat tidur di dekat lokasi pemukulan. Melihat korban hanya diam, pelaku panik, lalu menghubungi senior tingkat empat, dilanjutkan ke pembina dan petugas medis STIP.

Sekitar pukul 00.15-01.45, dokter STIP memeriksa kondisi Amirulloh. Pukul 02.00 WIB, kasus ini dilaporkan ke polisi.

"Mengetahui kondisi korban tidak bernyawa, setelah diperiksa dokter piket STIP, selanjutnya peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Cilincing," ujar Ali.

Polisi sudah memeriksa terduga pelaku, yakni SM, WH, I, dan AR. Polisi mengambil barang bukti berupa satu botol minyak tawon, satu botol minyak telon, satu gayung mandi, satu gelas, dan dua puntung rokok.

Pemeriksaan juga dilakukan kepada saksi kejadian, yakni AWP, AGI, LMN, RJ, AS, dan J. Mereka merupakan taruna tingkat dua.

"Kejadian tersebut merupakan insiden ketiga, sebelumya terjadi pada 2012 dan 2013," kata Ali.


(OJE)

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

8 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pemeriksaan internal terhadap tujuh orang penyidi…

BERITA LAINNYA