MKD Mintai Keterangan Ade Komarudin, 28 November

Anindya Legia Putri    •    Jumat, 25 Nov 2016 18:35 WIB
berita dpr
MKD Mintai Keterangan Ade Komarudin, 28 November
Ketua DPR RI Ade Komarudin (Foto:MI/Susanto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) berencana memanggil Ketua DPR Ade Komarudin atas laporan dari Komisi VI, terkait surat undangan rapat Penyertaan Modal Negara (PMN) dan laporan dari anggota Badan Legislatif (Baleg) DPR yang menduga Pimpinan DPR menunda-nunda pembahasan RUU Pertembakauan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua MKD Hamka Haq. Pemanggilan Ade Komarudin itu sebagai lanjutan dari sidang perdana kasusnya, di mana para pelapor, yakni 36 orang dari Komisi VI telah memberikan keterangan.

"Iya, rencananya kami, MKD, akan memanggil Pak Ade Komarudin pada Senin, 28 November 2016, untuk dimintai keterangan. Kalau tidak hadir, ya akan kita undang lagi. Tapi kan menjadi penilaian juga dari sikap kehadirannya," ujar Hamka, saat dihubungi Metrotvnews.com di Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Terkait dengan RUU Pertembakauan, Baleg melaporkan Ade sebagai Pimpinan DPR yang dinilai menunda-nunda kelanjutan RUU tersebut. Namun sebagaimana diketahui, keputusan dari rapat pimpinan (Rapim) terkait berbagai hal, termasuk pembahasan RUU, tidak bisa hanya dengan mengatasnamakan satu orang Pimpinan DPR. Rapim bisa memutuskan suatu hal jika rapat sesuai kuota forum atau dihadiri oleh tiga orang, sehingga hasilnya menjadi tanggung jawab seluruh Pimpinan DPR.

"Nah, hal tersebut juga dapat disampaikan Pak Ade saat memberikan keterangan nanti. Kenapa hanya dirinya yang dilaporkan," ujar Hamka.

Sebelumnya, Ketua DPR Ade Komarudin menyatakan kesiapannya menghadapi panggilan MKD terkait beberapa laporan yang menyudutkan dirinya.

"Saya tidak merasa bersalah. Saya tidak takut. Saya akan menghadapi semuanya dengan baik karena saya tidak merasa bersalah," ujar Ade, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 23 November 2016.


(ROS)