Dugaan Kerja Paksa Mahasiswa di Taiwan

DPR Minta Kemenristekdikti Klarifikasi Kasus di Taiwan

Intan Yunelia    •    Selasa, 08 Jan 2019 13:18 WIB
Pendidikan TinggiMahasiswa di Taiwan
DPR Minta Kemenristekdikti Klarifikasi Kasus di Taiwan
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Reni Marlinawati

Jakarta: Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Reni Marlinawati meminta Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenker) berkoordinasi untuk mengklarifikasi isu kerja paksa mahasiswa di Taiwan. Dua kementerian ini dinilai paling bertanggung jawab jika kasus ini benar terjadi.

"Tentu kalau dari pihak kementerian sendiri harus berkoordinasi. Apakah memang benar terjadi di sana atau tidak. Itu bisa dicek melalui sistem pendidikan. Ada juga dari kementerian tenaga kerja, ada nggak praktik-praktik seperti itu," kata Reni saat dihubungi Medcom.id, Selasa 8 Januari 2019.

Komisi X tengah meminta klarifikasi kepada Kemenristekdikti. Mulai dari status mahasiswa yang magang di Taiwan, mekanisme perkuliahannya, dan bentuk kerja sama magang yang terjalin. 

"Ini harus disoroti karena khawatir kalau ini dibiarkan akan menjadi pelecehan terhadap hak-hak warga negara Indonesia (WNI) selaku mahasiswa yang notabene harus memperoleh perlakuan baik," ujar Reni.

Baca: Fakta-fakta Pemicu Masalah pada Kuliah-Magang di Taiwan

Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menambahkan, memang bekerja sambil kuliah di luar negeri bukan larangan. Namun, apabila informasi adanya kerja paksa tersebut benar tentu tidak bisa dibenarkan. 

"Artinya kita harus tahu betul ketika bekerja pasti harus ada kontrak kerja dulu," tutur Reni.


(CEU)