Indonesia Jangan Dikaitkan Kasus Rizieq di Arab

Arga sumantri    •    Kamis, 08 Nov 2018 10:44 WIB
Rizieq Shihab
<i>Indonesia Jangan Dikaitkan Kasus Rizieq di Arab</i>
Wakil Ketua TKN KIK Abdul Kadir Karding/Medcom.id/Arga Sumantri

Jakarta: Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, meminta Indonesia tak dikaitkan kasus Rizieq Shihab di Arab Saudi. Apa yang menimpa Rizieq di Arab Saudi merupakan kewenangan otoritas setempat.

"Itu urusan dalam negeri kerajaan Arab. Akan menjadi aneh kalau dihubungkan dengan Indonesia," kata Karding saat dihubungi, Kamis, 8 November 2018.

Menurut Karding, ada dua faktor yang membuat Rizieq sempat dimintai keterangan aparat Arab Saudi. Pertama, soal pengibaran bendera yang dicurigai mirip dengan lambang ISIS di kediaman Rizieq.

"Dalam perspektif dan pengertian kerajaan Arab itu adalah bendera ISIS. Bendera teroris," ucap Politikus PKB itu.

Baca: Pemeriksaan Rizieq Kewenangan Arab Saudi

Kemudian, kata Karding, masa tinggal Rizieq yang sudah melewati tenggat. Masa tinggal Rizieq di Arab Saudi dinilai bermasalah.

"Karena itu harus diberi sanksi atau harus ditangani Pemerintah Arab," ucap dia.

Rizieq sempat ditahan aparat keamanan Arab Saudi untuk dimintai keterangan, 5 November 2018. Penangkapan atas laporan warga Mekkah yang melihat bendera menyerupai bendera ISIS di depan rumah yang ditempatinya.

Rizieq kembali ke kediamannya di Mekkah, sekitar pukul 20.00 waktu setempat, Selasa, 6 November 2018. pejabat KJRI Jeddah telah memberikan pendampingan kepada Rizieq.


(OJE)