Pemda Sulteng Diminta Membangun Sekolah Darurat

Yogi Bayu Aji    •    Selasa, 09 Oct 2018 13:24 WIB
tsunamiGempa Donggala
Pemda Sulteng Diminta Membangun Sekolah Darurat
Mendikbud Muhadjir Effendy/MI/Panca Syurkani

Bogor: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta pemerintah daerah di Sulawesi Tengah (Sulteng) mendirikan sekolah darurat. Kondisi pendidikan di Donggala dan Palu, Sulteng, dinilai sangat memprihatinkan pascagempa dan tsunami.

"Membangun sekolah darurat, tapi tidak dari tenda," kata Muhadjir di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa, 9 Oktober 2018.

Menurut dia, ada 9 bangunan sekolah dari tingkat TK hingga SMA yang ambles dan hilang di Palu. Tenda yang ada saat ini tak cukup untuk mendirikan sekolah darurat.

Tenda-tenda sekolah, kata dia, sudah terlanjur dikonsentrasikan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang juga sempat diguncang gempa. Muhadjir menilai sekolah darurat bisa dibangun dengan material yang ada di lokasi bencana.

"Termasuk puing-puing yang bisa digunakan, kita bangun bangunannya dan atapnya atau terpalnya kita kirim dari Jakarta," jelas dia.

Baca: Aktivitas Pendidikan Masih Lumpuh Total

Pemerintah pusat berkomitmen membantu aset-aset fasilitas pendidikan yang hilang dan rusak. Pemerintah mempertimbangkan banyak barang seperti komputer hilang usai gempa Jumat, 28 September 2018.

Namun, bantuan aset pendidikan belum dikirim. Sebab, 80 persen sekolah di Palu akan direlokasi dari lokasi rawan bencana.

Muhadjir berharap murid korban gempa bisa segara kembali belajar. Ia menilai akan susaj mengembalikan mental murid agar kembali ke seolah bila terlalu lama tak belajar.




(OJE)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA