Metro News

Penumpang Kapal Diminta Terbuka Soal Muatan yang Dibawa

   •    Senin, 22 May 2017 17:23 WIB
kapal terbakar
Penumpang Kapal Diminta Terbuka Soal Muatan yang Dibawa
Ilustrasi. Truk-truk ekspedisi yang tertahan di pelabuhan. (Foto: MI/Palce Amalo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ahli Transportasi Utama Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Ajiph Razifwan Anwar sepakat bahwa mayoritas penyebab utama kecelakaan kapal disebabkan oleh rendahnya tingkat kepatuhan pengguna jasa transportasi terhadap aturan-aturan.

Salah satu yang sering diabaikan adalah keterbukaan soal muatan yang dibawa ke dalam kapal. Padahal informasi apapun terkait muatan wajib disampaikan kepada operator demi keselamatan seluruh penumpang.

"Baik peraturan pemerintah maupun yang meratifikasi ketentuan internasional harus dijalankan secara konsisten untuk menghindari kecelakaan," ujar Ajiph dalam Metro Siang, Senin 22 Mei 2017.

Terutama bagi truk ekspedisi yang memuat barang berbahaya seperti B3 wajib menginformasikan kepada operator tentang muatan yang dibawa. Hal ini berdasarkan pada ketentuan dalam International Maritime Dangerouse Goods Code (IMDG).

Misalnya gas. Pengguna jasa transportasi harus menginformasikan ke syahbandar bahwa dia mengangkut barang berbahaya. Dari situ syahbandar akan mengeluarkan surat izin pengangkutan barang yang kemudian diteruskan ke operator.

"Harus dideklarasikan apa adanya. Nantinya jenis barang tersebut sesuai dengan ketentuan ada masing-masing tipe pengamannnya. Bagaimana penumpukannya di kapal," katanya.

Belajar dari kecelakaan kapal Mutiara Sentosa 1 yang terbakar di perairan Masalembu, Sumenep, Jawa Timur, Ajiph berharap seluruh pengguna transportasi laut terutama truk-truk ekspedisi untuk terbuka. Sebab meskipun kapal lolos uji petik dan layak layar, penyebab kecelakaan justru dari unsur pengguna kapal yang memuat gas dalam keadaan mesin kendaraan hidup.

"Padahal dalam ketentuan IMDG Code diatur bahwa kendaraan yang dinaikkan ke kapal harus mesinnya mati. Juga dek tempat parkir kendaraan itu harus steril terhadap manusia atau penumpang untuk keamanan," jelasnya.




(MEL)

Kasus KTP-el, KPK Periksa Mayus Bangun untuk Setya Novanto

Kasus KTP-el, KPK Periksa Mayus Bangun untuk Setya Novanto

2 hours Ago

KPK hari ini memeriksa Chief Business Operation PT Astra Graphia IT Mayus Bangun, Astra Graphia…

BERITA LAINNYA