Eks Karyawan Freeport Mengadu ke Komisi IX

Anggi Tondi Martaon    •    Selasa, 02 Oct 2018 12:40 WIB
berita dpr
Eks Karyawan Freeport Mengadu ke Komisi IX
Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi (Foto:Dok.DPR RI)

Jakarta: Komisi IX DPR RI menerima perwakilan mantan karyawan PT Freeport Indonesia di ruang rapat Komisi IX, Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin, 1 Oktober 2018. Mereka mengaku sebagai korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak.

Para pekerja mengungkapkan masalah PHK sepihak mengakibatkan keluarga eks karyawan terlantar. Bahkan, PHK sepihak berimbas pada penolakan layanan Jaminan Kesehatan Nasional dari BPJS Kesehatan.

Menanggapi masalah ini, Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi menyebutkan, pihaknya akan mencoba mengkaji polemik tersebut sehingga pekerja bisa mendapatkan haknya. 

"Ini kan memang serba sudut pandang yang berbeda. Tapi bagi kami, Komisi IX, yang paling penting adalah menyelamatkan para pekerja untuk mendapatkan haknya. Iitu terjadi di semua di bidang pekerjaan, tidak hanya Freeport saja,” kata Dede, dikutip dpr.go.id.

Politikus Demokrat itu menyebutkan, meski kepentingan mantan pekerja cukup beragam, hak pekerja tetap harus dipenuhi. 

"Karena konteks kami, kalau bapak-bapak bekerja bisa menghidupi anak, istri, maka perekonomian berjalan dengan baik. Itulah harapan kita, pengangguran tidak ada. Jangan sampai pemerintah justru mendorong pengangguran,” katanya.

Lebih jauh, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013 itu menyebutkan, permasalahan PHK sepihak merupakan permasalahan serius. Maka tak heran permasalahan pekerja di sana menjadi perhatian serius Komisi IX.

"Kami di Komisi IX tentunya menganggap hal ini serius dan sudah berkali-kali rapat terkait hal ini, bahkan kami sudah mengirim tim juga berangkat ke Papua," ujar Dede.


(ROS)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

1 month Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA