Menristekdikti Cek Dugaan Dosen Radikal di Palembang

Intan Yunelia    •    Rabu, 16 May 2018 17:51 WIB
Tangkal Radikalisme
Menristekdikti Cek Dugaan Dosen Radikal di Palembang
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir. Foto: Humas Kemenristekdikti

Jakarta: Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir meminta rektor mengecek dugaan dosen berpaham radikalisme di salah satu universitas di Palembang, Sumatera Selatan. Sanksi tegas akan dijatuhkan bila yang bersangkutan terbukti mengajarkan paham radikal.

"Rektor sudah saya perintahkan untuk mengecek semuanya. Kemarin saya dari Palembang," kata Nasir di Gedung D Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu 16 Mei 2018.

Penyebaran paham radikal di lingkungan kampus sepenuhnya menjadi tanggung jawab rektor. Nasir tak sungkan memberikan sanksi kepada rektor yang membiarkan ajaran radikal berkembang.

"Saya langsung perintahkan rektor, seperti semua dosen yang terlibat dalam radikalisme dan terorisme serta intoleran harus bisa dicegah. Jangan sampai ini berkembang terus," ucap mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro (Undip)

Jika terbukti terlibat radikalisme, Nasir tegas akan memberhentikan dosen tersebut tanpa berpikir panjang.

"Sanksi pertama peringatan keras. Kedua adalah yang terkait dengan aturan yang ada di PNS/ASN, itu ada pertemuannya. Seperti sanksi peringatan keras, turun pangkat terus dikeluarkan,  itu tergantung permasalahannya,"tutur Nasir.

 


(CEU)

Hakim Tegur Irvanto

Hakim Tegur Irvanto

31 minutes Ago

Hakim Yanto menyebut, Irvanto memang berhak membantah keterangan para saksi. Namun demikian, Ir…

BERITA LAINNYA