Bamsoet: Tanpa Pancasila, Bangsa Kita Hancur

Anggi Tondi Martaon    •    Kamis, 09 Aug 2018 12:19 WIB
berita dpr
Bamsoet: Tanpa Pancasila, Bangsa Kita Hancur
Bamsoet saat menjadi keynote speaker pada Seminar Nasional Pemantapan Wawasan Kebangsaan XII . (Foto: Dok. DPR)

Jakarta: Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta kaum muda untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, Pancasila terbukti hingga kini mampu menjadi pondasi yang menguatkan keragaman dan kebhinnekaan Bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh pria yang akrab disapa Bamsoet saat menjadi keynote speaker pada Seminar Nasional Pemantapan Wawasan Kebangsaan XII yang diselenggarakan DPP KNPI pimpinan Fahd A Rafiq, di Surabaya, Jawa Timur.

"Tanpa Pancasila, bangsa kita akan hancur berantakan. Tanpa pemuda yang berjiwa Pancasila, bangsa kita akan tenggelam dalam bayang-bayang. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) harus menjadi lokomotif pemuda dalam menghayati dan mengamalkan Pancasila sebagai perekat kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Bamsoet dalam keterangan tertulis, Kamis, 9 Agustus 2018.

Hadir sebagai pembicara lainnya ialah Kepala Staf Kodam V Brawijaya Brigjen TNI Widodo Iryansyah, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Mabes Polri Komjen Pol Moechgiyarto dan Ketua Umum DPP Ikatan Pesantren Indonesia Zaini Ahmad.

Turut hadir pula dalam acara tersebut antara lain Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Adies Kadir dan Mukhamad Misbakhun, Anggota Fraksi Nasdem DPR RI Ahmad Sahroni, Anggota Fraksi Hanura DPR RI Dossy Iskandar dan staf khusus Ketua DPR Yahya Zaini. 

Politikus Golkar itu juga menggagas pentingnya dibuat RUU Pemantapan dan Pelaksanaan Ideologi Pancasila. Sehingga, Pancasila dapat dihayati dan diamalkan secara berkelanjutan di semua lini kehidupan, khususnya pada kaum muda sebagai tunas masa depan bangsa.

"Pancasila merupakan ideologi yang diambil dari saripati kehidupan Bangsa Indonesia yang majemuk, baik secara suku, etnis, agama maupun kedaerahan. Karenanya, memantapkan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan merupakan materi yang fundamental dalam membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan pemuda di tengah pusaran arus globalisasi dan kemajuan teknologi informasi," papar Wakil Ketua Umum KADIN ini.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini mengingatkan, pemantapan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan bagi kaum muda tak cukup hanya dengan diskusi maupun seminar yang bersifat sporadis. Tetapi, juga harus dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan.

"Desain pendidikan politik kebangsaan harus dilakukan secara kreatif dan inovatif serta menyenangkan bagi kaum muda. Saya menyebutnya sebagai konsep Pendidikan Politik Jaman Now. Yaitu, dengan memanfaatkan platform teknologi digital dan media sosial untuk menyebarkan informasi dan pengetahuan tentang ideologi Pancasila. Digitalisasi pendidikan politik bukan lagi menjadi sebuah kebutuhan, melainkan sudah menjadi sebuah keharusan," ungkap Bamsoet.

Legislator asal Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen itu mengajak KNPI ambil bagian dalam menciptakan narasi kebangsaan di media sosial. Narasi tidak harus dilakukan secara serius, melainkan dituangkan dalam bentuk yang menyenangkan. 

Semisal, melalui meme, komik, karikatur, maupun kreatifitas lainnya, sehingga menarik perhatian anak-anak muda millenial.

"Selain melalui digitalisasi, yang tak kalah penting juga dengan menjelajahi keunikan dan keragaman budaya, pesona alam, serta cita rasa kuliner Indonesia, sehingga tertanam rasa cinta tanah air dan semangat kebangsaan. Misalnya, dilakukan dalam bentuk Jelajah Pemuda ke seluruh pelosok Nusantara, pertukaran pemuda antar pulau, maupun perkemahan kebangsaan pemuda," urai Bamsoet.

Terakhir, Ketua Badan Bela Negara Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan (FKPPI) ini mengingatkan, negara yang berasal dari berbagai suku dan bahasa daerah berbeda menjadikan Indonesia sebagai negara paling majemuk di dunia. Karenanya, pemantapan ideologi Pancasila bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. 

Tetapi, lanjut Bamsoet, juga menjadi tanggung jawab semua pihak, baik lembaga pendidikan, BUMN, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, maupun kelompok civil society lainnya. 

"Kemajemukan seperti dua mata pisau, bisa menjadi kekuatan sekaligus sumber perpecahan. Namun sejak berabad silam, bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka, nenek moyang kita sudah menunjukan bahwa kemajemukan merupakan ruh sekaligus sumber kekuatan Bangsa Indonesia. Dimantapkan dengan ideologi Pancasila yang diamalkan oleh para pemuda bangsa, kita akan buktikan kepada dunia bahwa sampai kapanpun kemajemukan tak akan memecah belah kita," pungkas Bamsoet.


(ROS)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA