Bamsoet: BPBD Wajib Berkonsolidasi Mengantisipasi Bencana

Putri Rosmala    •    Minggu, 13 Jan 2019 12:24 WIB
bencana alam
Bamsoet: BPBD Wajib Berkonsolidasi Mengantisipasi Bencana
Ketua DPR Bambang Soesatyo/MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus bersiaga. Potensi bencana di berbagai daerah masih cukup besar.

"Semua pemerintahan kabupaten serta kota mulai mengonsolidasi dan menyiagakan semua unsur di dalam BPBD," tegas Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) di Jakarta, Minggu, 13 Januari 2019.

Baca: Gempa 5,4 SR Guncang Maluku Utara

Rangkaian gempa bumi terjadi sejak Jumat 11 Januari hingga Sabtu malam, 12 Januari 2019. Gempa mengguncang Kepulauan Banda, Bengkulu, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa beruntun terjadi di Selat Sunda pada Kamis, 10 Januari dan Jumat 11 Januari 2019. Peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) soal potensi tsunami di Selat Sunda pun harus menjadi perhatian.

Sejumlah gunung berapi juga erupsi. Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Agung di Bali, dan Gunung Merapi di Yogyakarta mengalami erupsi sejak akhir pekan lalu. Angin kencang atau puting beliung juga terjadi di sejumlah tempat.

Baca: 11 Gempa Beruntun Terjadi di Selat Sunda

Politikus Golkar itu berharap pemerintah daerah mengantissipasi. Pemda juga harus aktif berkomunikasi dengan BMKG untuk mengetahui berbagai kemungkinan.

"Efektivitas mitigasi bencana pada tingkat daerah harus segera ditingkatkan untuk meminimaliasi akibat buruk gangguan alam," ucap dia.

BPBD di semua kabupaten/kota harus mampu menjadi kekuatan terdepan ketika warga membutuhkan bantuan baik akibat gempa bumi, banjir, tanah longsor, maupun erupsi gunung berapi.


(OJE)