Terjun ke Politik Tak Cukup Modal Popularitas

Tina Toon: Pendidikan Penting untuk Generasi Milenial

Citra Larasati    •    Selasa, 09 Oct 2018 22:09 WIB
Pendidikan Tinggi
Tina Toon:  Pendidikan Penting untuk Generasi Milenial
Tina Toon, Medcom.id/Citra Larasati.

Jakarta:  Agustina Hermanto, atau populer disapa Tina Toon telah membulatkan tekad terjun ke dunia politik pada pemilu 2019 mendatang.  Langkah besar ini membuat Tina terus mempersiapkan diri, termasuk membekali diri dengan pendidikan, dengan menuntaskan kuliah S2 di 2017 lalu.

Bagi Tina, terjun ke dunia politik dengan menjadi wakil rakyat bukan sebuah keputusan main-main.  "Sebagai wakil rakyat kita itu memperjuangkan nasib orang banyak," kata Tina ditemui di sela-sela mengisi acara Dies Natalis ke-59 Universitas Tarumanagara (Untar) Jakarta. 

Calon wakil rakyat di DPRD dari PDIP ini mengatakan, popularitasnya sebagai mantan penyanyi cilik yang hingga kini masih menekuni tarik suara ini tidaklah cukup.  Sebagai kaum milenial, kata Tina, memiliki bekal pendidikan juga tidak kalah penting.

"Pendidikan itu sangat penting buat anak muda, apalagi buat saya yang akan memenuhi panggilan hati menjadi wakil rakyat.  Anak muda harus bergerak," ujar alumnus S2 Hukum Untar ini.

Hal itu juga yang memotivasi Tina untuk melanjutkan lagi kuliah ke jenjang S2.  Tina pun memilih jurusan hukum, program studi yang tidak linier dengan S1-nya.  "S1 saya komputer, karena menjadi wakil rakyat harus paham regulasi, maka saya ambil jurusan hukum untuk S2 saya," ujar Tina yang lulus S2 tahun lalu ini.

Baca: Mengolah Limbah Sayuran Jadi Pakan Kelinci

Tina mengaku sangat bangga menjadi salah satu alumnus Untar.  Sebab selain mendapatkan pendidikan saat di bangku kuliah, dirinya juga mengaku tetap mendapat dukungan dari para dosen saat tidak lagi menjadi mahasiswa.

"Para dosen dan Pak Rektor ternyata tetap memberikan dukungan kepada mahasiswanya selepas lulus," ungkap calon wakil rakyat yang tertarik pada bidang pendidikan dan kesejahteraan rakyat ini.  

Menurut Tina, pendidikan di Ibu Kota Jakarta ini tidak kalah dengan luar negeri.  Hanya saja, kata Tina, sistem pendidikan belum mampu secara optimal menggali potensi anak.

"Ibaratnya kalau belajar matematika, di Indonesia ini lebih susah loh dari luar negeri. Tapi siswa di Indonesia itu over loaded, karena semua dipelajari, Harusnya ada fokusnya,  mempelajari apa yang diminati dan dia ada potensi di situ," tutup Tina.


(CEU)

Hakim Tegur Irvanto

Hakim Tegur Irvanto

11 hours Ago

Hakim Yanto menyebut, Irvanto memang berhak membantah keterangan para saksi. Namun demikian, Ir…

BERITA LAINNYA