Tari Tradisional Membuka Etape 1 Tour de Banyuwangi-Ijen

Tri Kurniawan    •    Rabu, 27 Sep 2017 12:33 WIB
itdbi banyuwangi
Tari Tradisional Membuka Etape 1 Tour de Banyuwangi-Ijen
Tari Sun Mapag untuk memberikan semangat kepada pembalap Tour de Banyuwangi-Ijen. Foto: Metrotvnews.com/Tri Kurniawan

Metrotvnews.com, Banyuwangi: Start etape 1 International Tour de Banyuwangi-Ijen dari Pasar Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, dibuka penampilan 400 siswa taman kanak-kanak. Secara kolosal, mereka menampilkan tari Capung diiringi gamelan.

Camat Wongsorejo Sulistyowati mengatakan awalnya tari kolosal ini akan melibatkan 1.000 anak. Namun rencana itu dibatalkan karena khawatir membuat arus lalu lintas di sekitar Pasar Bajulmati semakin macet.

"Mereka suka rela tampil. Sejak pagi anak-anak sudah siap dan semangat," kata Sulis di Pasar Bajulmati, Rabu 27 September 2017.



Siswa TK menari untuk menyambut para pembalap di lokasi start etape 1. Metrotvnews.com/Tri Kurniawan

Di bawah terik matahari, siswa TK sebisa mungkin mengikuti gerakan guru-guru mereka. Sedangkan para orangtua menyaksikan anak-anak mereka dari luar pembatas lokasi start.

Setelah lima menit, penampilan siswa TK selesai. Para orangtua sibuk menggandeng anak mereka keluar titik start karena tak lama kemudian pembalap masuk titik start untuk sign on board.

Di sela pembalap sign on board, giliran tujuh siswa pilihan dari SMA/SMK Wongsorejo menampikan Tari Sun Mapag dengan baju adat Jebeng-jebengan. Tari Sun Mapag memberi pesan agar semangat dalam menjemput kemenangan.

ITdBI sudah empat kali mengambil lokasi start di Kecamatan Wongsorejo. Menurut Sulis, ajang tahunan ini sangat berdampak positif bagi masyarakat.

"Masyarakat merasa memiliki Banyuwangi. Mereka bangga. Masyarakat secara sukarela terlibat, pagi mereka membersihkan lokasi start. Secara ekonomi, dampaknya banyak yang belanja di sini," ujar Sulis.


Camat Wongsorejo Sulistyowati. Foto: Metrotvnews.com/Tri Kurniawan

Start di Pasar Bajulmati juga menampilkan kesenian Tari Mapag dan gamelan dari Sanggar Wongso Arum. Tari Mapag melibatkan tujuh penari, sedangkan gamelan dimainkan sembilan wiyogo atau pemusik.

Ikhwan, 45, Koordinator gamelan Sanggar Wongso Arum, mengatakan Sanggar Wong Arum selalu tampil dalam ajang ITdBI. Ia senang karena melalui ITdBI kesenian tradisional dikenalkan kepada dunia melalui pembalap dari berbagai negara.

"Acara ini sangat positif, khususnya bagi kesenian tradisional dan kebudayaan Banyuwangi," kata Ikhwan.


Suasana di depan Pasar Tradisional Bajulmati, lokasi start etape 1 Tour de Banyuwangi-Ijen 2017. Foto: Metrotvnews.com/Tri Kurniawan

Ratusan masyarakat berkumpul di lokasi start, tepat di depan Pasar Tradisional Bajulmati. Sesekali mereka meneriakkan Wongsorejo sebagai daerah peraih penghargaan Kalpataru.

Etape 1 akan menempuh jarak sejauh 137,7 kilometer dengan garis finish di kantor bupati Banyuwangi. Di etape 1, pembalap menyusuri lintasan tepi pantai.


Pembalap Tour de Banyuwangi-Ijen 2017 bersiap start di etape 1. Foto: Metrotvnews.com/Tri Kurniawan

Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko mengatakan start etape 1 sengaja dari Pasar Bajulmati. Hal ini menjadi bukti bahwa pemerintah dan masyarakat Banyuwangi bertekad mempertahankan pasar tradisional.

"Sementara ini kami tidak membolehkan minimarket berdiri, karena kami ingin mempertahankan pasar tradisional," kata Yusuf saat sambutan.

Dia menyampaikan, di sepanjang jalan etape 1 ada pantai yang masyarakatnya mempertahankan dan melestarikan terumbu karang. "Maka mendapat penghargaan Kalpataru dari presiden."

Sekitar pukul 09.57 WIB, Yusuf melepas pembalap. Pukul 13.15 WIB pembalap diperkirakan tiba di garis finish. ITdBI 2017 diikuti 19 tim dari 25 negara.

 




(TRK)