Anang Hermansyah: Indonesia Butuh RUU Permusikan

Anggi Tondi Martaon    •    Kamis, 28 Sep 2017 15:02 WIB
berita dpr
Anang Hermansyah: Indonesia Butuh RUU Permusikan
Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah (Foto:Dok.DPR RI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah menilai, Indonesia membutuhkan RUU Permusikan. Sebab, RUU Permusikan dianggap mampu mengembangkan potensi musik sebagai salah satu bagian ekonomi kreatif Indonesia terhadap pendapatan negara.

Anang mengatakan, selama ini sektor musik diatur dalam UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Namun, dalam UU itu tidak mengatur secara spesifik soal permusikan.

"Akibatnya apa? Pelaku seni di sektor ini sampai sekarang belum merdeka di negerinya sendiri. Karyanya dibajak, hak ciptanya tidak dibayar secara adil. Itu disebabkan implementasi UU Nomor 28 Tahun 2014 tidak efektif, karena memang bicara umum, tidak spesifik soal musik," kata Anang, saat ditemui di Komplek Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis 28 September 2017.

Politikus PAN itu mengungkapkan, sumbangan musik terhadap pendapatan negara masih di bawah 10 persen dari total kontribusi ekonomi kreatif secara keseluruhan yang berjumlah Rp852,24 triliun. Sedangkan, subsektor ekonomi kreatif yang menjadi penyumbang terbesar ekonomi kreatif terhadap PDB ialah kuliner (41,69 persen), fashion (18,15 persen) serta kriya (15,70 persen).

"Subsektor musik, seni pertunjukan, film, seni rupa, desain interior, angka PDB-nya tidak mencapai 1 persen. Saya sedih betul lihat angka-angka ini," ungkap Anang.

Oleh karena itu, Anang sangat berharap RUU Permusikan dapat menjadi jalan keluar untuk mengembangkan potensi musik terhadap negara. "Di situlah urgensi UU Permusikan, itu jika Presiden memiliki komitmen serius untuk memperbaiki sektor ini," kata Anang, menegaskan.

RUU Permusikan telah disepakati masuk dalam daftar program legislasi nasional (Prolegnas) 2015-2019. RUU Permusikan merupakan aspirasi yang muncul dari pelaku industri musik atas persoalan yang muncul di sektor ini. DPR menargetkan RUU Permusikan dapat disahkan sebelum pelaksanaan Pemilu 2019.


(ROS)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

2 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA