Legislator Minta Pemerintah Tak Menganaktirikan Perguruan Tinggi Swasta

Anggi Tondi Martaon    •    Selasa, 20 Jun 2017 13:04 WIB
berita dpr
Legislator Minta Pemerintah Tak Menganaktirikan Perguruan Tinggi Swasta
Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI ke Universitas Diponogoro. Foto: Dok. DPR

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih meminta perguruan tinggi swasta (PTS) meningkatkan mutu pendidikan sehingga berdampak pada peningkatan mutu peserta didik.

Hal itu disampaikan oleh Fikri dalam kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR ke Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Dalam kunjungan tersebut, PTS mengeluhkan masih mendapatkan akreditasi C. Akibatnya, banyak mahasiswanya yang ditolak dalam mencari kerja, meski memiliki Indeks Prestasi (IP) 3,5.

“Kita akan mendiskusikan dengan Menteri Ristek dan Dikti sehingga mutu mereka tidak dinilai dari IP atau lembaga (kampus) tersebut sehingga industri tidak berpatokan pada akreditasi kampus dalam menerima pekerja,” kata Fikri, dalam keerangan tertulis, Selasa 20 Juni 2017.
 
Politikus PKS tersebut juga meminta pemerintah untuk memperhatikan fasilitas kampus, seperti laboratorium sehingga bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa bidang teknik dan bahasa.
 
Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI Laila Istiana menyoroti kurangnya perhatian pemerintah dalam memperhatikan perguruan tinggi swasta. Padahal, pihaknya telah mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan sarana dan prasarana (sarpras) yang dibutuhkan PTS.

“Komisi X sudah berkali-kali menyampaikan ke pemerintah supaya ada garda yang mengurusi sarana prasarana PTN dan PTS tapi pemerintah bersikeras tidak ada anggaran untuk sarana prasarana. Padahal, itu sangat dibutuhkan,” kata Laila.
 
Selain sarpras, politikus PAN itu juga menyoroti kesenjangan antara PTN dan PTS agar swasta tidak merasa dianaktirikan. Padahal, peran PTS sangat penting dan sangat membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. 

"Banyak juga PTS yang membantu mahasiswa tidak mampu, dan paling banyak menerima peserta didik dibandingkan PTN," ucap dia.
 
Turut serta dalam kunjungan kunspek Komisi X ini Laila Istiana, Asdy Narang, Sofyan Tan, Wiryanti Sukamdani, Esti Wijaya, Irene Yusiana, Popong Odje D, Dwita Ria Gunadi, Mujib Rohmat, dan Anang Hermansyah. 


(ROS)