Dewan Masjid Usul Sertifikasi Khatib Diatur Lembaga Independen

Whisnu Mardiansyah    •    Sabtu, 17 Jun 2017 03:36 WIB
ujaran kebencian
Dewan Masjid Usul Sertifikasi Khatib Diatur Lembaga Independen
Ilustrasi: Masjid Istiqlal. Foto: Antara/Akbar Nugroho.

Metrotvnews.com, Jakarta: Dewan Masjid Indonesia (DMI) sepakat jika khatib-khatib Jumat perlu diatur dan dikualifikasi. Namun, harus ada lembaga independen yang mengatur kualifikasi khatib tersebut.

"Sertifikasi khatib mungkin ada baiknya agar itu dibuat. Tapi memang tidak dari negara," kata Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia Imam Addaruquthni saat dihubungi Metrotvnews.com, Jumat 16 Juni 2017.

Jika diatur oleh negara, Imam khawatir negara akan mengintervensi, mengatur detail dan mengambil peran semua persoalan masyarakat. Padahal, Indonesia bukanlah negara agama yang mengatur seluruh kehidupan sendi-sendi masyarakat termasuk isi khotbah itu sendiri.

Imam mengusulkan sertifikasi khatib dilakukan oleh lembaga independen. Yang terdiri dari konsorsium organisasi keagamaan dan organisasi masyarakat.

"Misalnya MUI, DMI atau mungkin NU dan Muhammadiyah. Pokoknya bagaiamana tidak menebar isu kebencian itu saja," jelas Imam.

Selain itu, Imam juga meminta para khatib, da'i dan mubaligh di masjid-masjid menyampaikan pesan perdamaian dan pesan Islam Rahmatan Lil Alamin. Terlebih ditengah situasi bangsa yang sedang marak ujaran kebencian.

"Kita perlu memperkokoh keadaan situasi nasional kita dalam konteks kemasjidan," lanjut Imam.

Kata Imam, keutuhan sebuah bangsa sangat ditentukan dengan persatuan dan kesatuan rakyatnya. Pesan-pesan damai yang disampaikan para khatib di masjid-masjid tentu sangat berpengaruh terhadap persepsi publik. Begitupun sebaliknya jika khatib justru menyampaikan ujaran-ujaran kebencian terhadap kelompok atau agama lain.

Dewan Masjid Indonesia menyarankan agar setiap masjid-masjid di Indonesia rutin menggelar pelatihan-pelatihan para khatib. Tentunya, ajaran dan pesan dan ceramahnya membawa visi dan misi Islam Rahmatan Lil Alamin.

"Visi Islam yang ditekankannya adalah kasih sayang antar sesama," tambah Imam.

Dewan Masjid sendiri tidak memiliki wewenang untuk memantau setiap isi khotbah di masjid-masjid. Menanggapi hal tersebut, dibutuhkan peran dan partisipasi aktif pengurus masjid agar para khatib yang mengisi khotbah agar memberikan pesan penguatan elemen bangsa.

"Dalam konteks kebangsaan ini setelah nation state ini terbentuk dan kokoh peran masjid juga peran penguatan dan peran pemberdayaan. Ini yang harus diwujudkan pelatihan-pelatihan itu," pungkas Imam.


(DEN)