Penyerang Mapolres Dharmasraya Diduga Terkait JAD

Whisnu Mardiansyah    •    Senin, 13 Nov 2017 04:04 WIB
polisiteroris
Penyerang Mapolres Dharmasraya Diduga Terkait JAD
Direktur Informasi dan Komunikasi Publik BIN Wawan Purwanto. MI/Barry Fathahilah.

Jakarta: Badan Intelijen Negara (BIN) menduga pembakar dan penyerang Mapolres Dharmasraya Sumatera Barat mengarah ke Jaringan Ansharut Daulah (JAD). Jaringan JAD diketahui berbaiat dengan kelompok bersenjata ISIS.

"Kalau melihat gerakannya mengarah ke JAD. Nanti akan pendalaman khusus pihak berwajib," kata Direktur Informasi dan Komunikasi Publik BIN Wawan Purwanto saat dihubungi dalam Primetime News Metro TV, Minggu 12 November 2017.

Dugaan keterkaitan pelaku dengan JAD, diindikasikan dengan ditemukannya simbol-simbol ISIS dari jasad pelaku yang dilumpuhkan petugas. Ditambah pola serangan teror yang menjadikan aparat keamanan sebagai terget utama. 

"Ini memang jadi catatan tersendiri diwaspadai di wilayah lain. Dan memang kepolisian memang menjadi target. Mereka terus lakukan upaya penyerangan secara sistematis dan," jelas Wawan.

Sebelumnya, Markas Polres Dhamasraya Sumatera Barat diserang dua orang tidak dikenal. Seluruh bangunan Mapolres ludes terbakar.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto menjelaskan, peristiwa terjadi dini hari Minggu 12 November sekitar pukul 02.45 WIB. Api diduga berasal dari ruangan belakang Mapolres. Personil piket SPK Mapolres Dhamasraya melihat gumpalan asap tebal. Seketika petugas coba memadamkan api sembari mencari pertolongan. 

Sekitar pukul 03.00 WIB, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di Mapolres Dharmasraya untuk memadamkan api yang masih berkobar. Saat proses pemadaman, seorang anggota polisi melihat dua orang mencurigakan membawa busur panah di dekat lokasi. Anggota polisi, kata Rikwanto, langsung melakukan pengepungan.

Kedua orang berbaju hitam itu coba melawan dengan melesatkan sejumlah anak panah. Polisi sempat memberi tembakan peringatan agar keduanya menyerah, namun mereka bergeming. Polres Dharmasraya Sumatera Barat memastikan serangan dan aksi pembakaran terkait dengan aksi terorisme. Indikasi tersebut diperkuat dengan ditemukannya simbol-simbol ISIS di jasad kedua pelaku yang dilumpuhkan petugas.


(DRI)