Pemerintah Dorong Kesejahteraan Petani melalui Sergab

Faisal Abdalla    •    Selasa, 13 Feb 2018 03:56 WIB
swasembada beras
Pemerintah Dorong Kesejahteraan Petani melalui Sergab
Rapat Koordinasi (Rakor) Serap gabah petani di Sumatera Selatan - Medcom.id

Jakarta: Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani di Sumatera Selatan, pemerintah menggulirkan program serap gabah (sergab). Melalui program ini, pemerintah membeli gabah-gabah dari para petani. 

"Sangat disayangkan jika petani yang sudah bekerja keras sampai merugi. Untuk itulah pemerintah turun tangan membeli gabah petani, agar petani mendapat keuntungan dari usaha taninya," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi saat memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Serap gabah petani di Sumatera Selatan, Senin, 12 Februari 2018.

Agung mengatakan, selain meningkatkan kesejahteraan petani, program sergab juga bertujuan untuk meningkatkan cadangan pangan pemerintah, yang dilakukan melalui penugasan kepada Bulog. Bulog diharapkan segera menyerap gabah petani hingga Juni 2018 sehingga target sebesar 2,2 juta ton yang ditetapkan dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) Kemenko Perekonomian pertengahan Januari lalu bisa tercapai.

Selain itu, program sergab juga dinilai penting karena menjelang masa panen raya, harga gabah cenderung anjlok. Gabah-gabah tersebut harus segera diserap agar tak merugikan pertani. Pemerintah menargetkan penyerapan gabah melalui program sergab di Sumatera Selatan mencapai 7.500 ton per hari yang tersebar di 17 kabupaten kota.

"Kegiatan sergab ini sangat penting, apalagi di beberapa daerah harga gabah di tingkat petani mulai mengalami penurunan, bahkan ada yang sudah mencapai Rp.4.200,-/kg gkp," tutur Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan Taufik Gunawan 

Untuk menyukseskan program sergab, pemerintah juga turut menggandeng TNI dan BRI. Wakil Aster Kasad, Brigjen Dudung Abdurachman menegaskan segera memerintahkan jajarannya untuk mendukung program ini. 

"Saat ini Dandim harus mengetahui dan dapat memetakan daerah-daerah mana saja petani yang akan panen dan berapa jumlahnya. Semua harus siap," tegas Dudung.

Rakor Sergab Sumatera Selatan dihadiri oleh Kementerian Pertanian, TNI AD, BRI dan Divre Bulog. Semua pihak sepakat untuk menyukseskan program sergab mengingat surplus beras di Sumatera Selatan sangat tinggi, sehingga diharapkan kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dari hasil panen Februari ini.


(JMS)