LPAI Sebut Warga Asmat Butuh Bantuan Pendidikan

Siti Yona Hukmana    •    Kamis, 15 Feb 2018 02:37 WIB
peristiwagizi kurang
LPAI Sebut Warga Asmat Butuh Bantuan Pendidikan
Kehidupan warga di Asmat/MI/Marcel Kelen

Jakarta: Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) menyebut bantuan untuk warga di Kabupaten Asmat, Papua, tidak hanya berbentuk makanan, tapi juga pendidikan. Sekretaris Jenderal (Sekjen) LPAI Henny Hermanoe memastikan, pihaknya akan melakukan pendampingan edukasi untuk masyarakat di Asmat.

"Kami melakukan pendampingan untuk orang tua dan anak-anak di Asmat,dengan memberikan sosialisasi mengenai pendidikan,Undang-undang perlindungan anak dan juga advokasi," kata Henny di Gedung Dompet Dhuafa Filantropi, Jalan Warung Buncit, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Februari 2018.

Henny mengatakan, adanya pendidikan akal dan budi menjadikan mereka dapat memanfaatkan lahan yang dimiliki. Sebab, kata Henny, Asmat kaya dengan sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan. 

"Tapi lagi-lagi karena mereka tidak memiliki pengetahuan bagaimana mengolah alam yang ada itu,maka mereka tidak mampu melakukannya," ujar Henny.

Menurut Henny, salah satu budaya warga Asmat adalah senang untuk berpindah-pindah tempat tinggal alias nomaden. Mereka biasanya akan pindah manakala menganggap wilayah yang ditempati sudah tidak ada lagi sumber penghidupan. Budaya nomaden itu, lanjut Henny, menimbulkan dampak tidak baik bagi perkembangan anak.

LPAI juga menargetkan membangun kesadaran orang tua di Asmat tentang pentingnya pendidikan bagi anak. "Sehingga nanti ketika dewasa, tidak akan melakukan pengulangan seperti yang dialami oleh orang tua mereka sekarang ini," ucap Henny.




(AGA)