Presiden Bakal Gelar Ratas Pengaturan Senjata

Achmad Zulfikar Fazli    •    Selasa, 10 Oct 2017 19:06 WIB
senjata
Presiden Bakal Gelar Ratas Pengaturan Senjata
Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan) berbincang dengan Menkopolhukam Wiranto (kedua kiri) sebelum memimpin rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. ANT/ Puspa P

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo akan menggelar rapat terbatas untuk membahas pengaturan senjata. Rapat terbatas ini melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, termasuk Polri dan TNI.

"Kami akan adakan rapat koordinasi menyeluruh mengenai pengaturan senjata," kata Menko Polhukam Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 10 Oktober 2017.

Mantan Panglima ABRI itu belum mau membuka apakah pengaturan senjata ini akan diformulasikan ke dalam peraturan presiden atau tidak. Ia meminta kepada semua pihak untuk menunggu rapat terbatas selesai.

"Tunggu dulu nanti bentuknya bagaimana, substansinya bagaimana, kebijakan tunggal bagaimana, saya enggak mau mendahului rapat dulu semua, usul baru nanti disampaikan," ujar dia.

Masalah senjata menjadi ramai ke publik setelah BAIS TNI menahan ratusan senjata api jenis Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) kaliber 40x46 dan ribuan amunisi jenis Ammunition Castior Round RLV-HEFJ milik Polri. Senjata dan amunisi itu ditahan karena diduga melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh UU.

Setelah melalui rapat koordinasi yang digawangi oleh Menko Polhukam Wiranto, pihak TNI akhirnya menyerahkan senjata itu kepada Polri. Namun, amunisi tetap ditahan di gudang Mabes TNI.

Penahanan itu dilakukan lantaran amunisi yang dibeli untuk satuan Brimob itu tergolong melebihi standart nonmiliter. Amunisi itu disebut memiliki keistimewaan yang mematikan. Pihak TNI pun mengaku tak pernah memiliki amunisi serupa.

Sementara itu, Korps Bhayangkara mengklaim impor senjata dan amunisi tersebut sudah sesuai prosedur. Namun, karena izin belum lengkap, senjata tak bisa segera didistribusikan.


(SCI)

Adik Gamawan Fauzi 'Digarap' KPK

Adik Gamawan Fauzi 'Digarap' KPK

4 hours Ago

Azmin akan menjadi saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiha…

BERITA LAINNYA