SBY Duga Politik Fitnah di Pilkada DKI Kembali Terulang

Whisnu Mardiansyah    •    Kamis, 01 Feb 2018 08:32 WIB
sbykorupsi e-ktppilgub dki 2017
SBY Duga Politik Fitnah di Pilkada DKI Kembali Terulang
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)--MI/Panca Syurkani

Jakarta: Nama Presiden ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono diseret-seret dalam sidang kasus mega proyek KTP-el. SBY pun bersuara. Dia mengatakan, hal itu adalah fitnah. Fitnah yang dialamatkan kepadanya mirip seperti halnya saat Pilkada DKI tahun lalu.

Dalam sebuah rekaman yang didapat Medcom.id, SBY berkeluh kesah bagaimana saat momen menjelang pemungutan suara Pilkada DKI putaran pertama. Dia dituding bertubi-tubi dengan berbagai macam isu. Mulai dari sebagai penyandang dana demo aksi massa 411 hingga tudingan ingin mengebom istana negara.

Belum lagi tudingan dirinya aktor di balik penahanan mantan Ketua KPK Antasari Azhar. "Saya tanya Pak Jokowi dulu, pak ini kok jadi saya yang dituduh menunggangi dan mendanai aksi massa 411, mau mengebom istana kemudian isu Antasari. Pak Jokowi  bilang pak SBY saya enggak pernah menuduh begitu. Ya, tapi kan mungkin bapak dilaporin oleh pembantu-pembantu bapak," jelas SBY dalam percakapan tersebut.

Politik fitnah di Pilkada DKI kata SBY terbukti ampuh menggerus popularitas dan elektabilitas Partai Demokrat dan dirinya. Pernyataan Antasari Azhar yang menuding dirinya aktor di balik kasus yang menjeratnya sehari sebelum pencoblosan, mampu meruntuhkan elektabilitas AHY yang saat itu sebagai kandidat.

"Meskipun AHY sudah tawakal menerima dengan baik saya lihat tapi kan catatan sejarah yah. Mungkin mau diulangi lagi," kata Ketua Umum Partai Demokrat ini.

Menanggapi pernyataan Mirwan Amir mantan anak buahnya, SBY mencium aroma politis ketimbang pernyataan yuridis. SBY menduga ada kepentingan besar yang ingin menggerus elektabilitas Partai Demokrat di 2019.

"Tiba-tiba enggak ada angin enggak ada hujan enggak dan konteks menurut saya politis. Bisa saja kalau ingin merusak nama baik saya nama baik Demokrat di Pemilu 2019," pungkasnya.

Baca: SBY Duga Ada Skenario Dibalik Penyebutan Namanya di Sidang KTP-el

 
Sebelumnya, Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari membenarkan jika seseorang dalam rekaman tersebut adalah SBY. Namun, ia belum bisa memastikan dengan siapa dan kapan pertemuan berlangsung.

"Saya tadi dapat juga dari beberapa wartawan  kalau iya suaranya sih suara bapak. Tapi saya sendiri belum tahu itu dimana, dengan siapa juga. Saya tahu persis itu suara bapak. Bapak banyak pertemuan-pertemuan saya sendiri juga enggak tahu," jelas Imelda saat dihubungi medcom.id, Rabu 31 Januari 2018.

Baca: KPK Belum Berencana Panggil SBY
 
Mantan politikus Partai Demokrat Mirwan Amir menyebut proyek kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) merupakan kepentingan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono saat itu. Mirwan bilang SBY menyuruh proyek KTP-el dilanjutkan.

Dalam sidang dengan terdakwa Setya Novanto, pengacara terdakwa, Firman Wijaya mempertanyakan tindakan Mirwan yang sempat menyampaikan pada SBY supaya proyek KTP-el dihentikan. Dia membenarkan hal itu. 

Mirwan mengatakan awalnya pengusaha Yusnan Salihin menyampaikan kepadanya kalau proyek KTP-el bermasalah. Yusnan juga sempat mengirimkan surat yang ditujukan kepada pemerintahan era SBY.

Berselang beberapa waktu Mirwan menghadiri sebuah acara di Cikeas, kediaman SBY. Saat itu, Mirwan memberitahu supaya proyek dihentikan.  

Terkait informasi itu, Mirwan bilang, Presiden ke-VI RI itu ingin proyek tetap berlanjut. "Tanggapannya dari Bapak SBY bahwa ini kita untuk menuju pilkada, jadi proyek ini diteruskan," ujar Mirwan.



(YDH)