Hadi Tjahjanto Diminta tak Tergoda Politik Praktis

Ilham wibowo    •    Selasa, 05 Dec 2017 09:21 WIB
tni
Hadi Tjahjanto Diminta tak Tergoda Politik Praktis
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto--Antara/Ade P Marboen

Jakarta: Sekretaris Fraksi Demokrat Didik Mukrianto berharap Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto tak tergoda dengan agenda politik praktis. Jadi yang terpilih sebagai calon Panglima TNI itu mesti menjaga netralitas dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi abdi negara.

"TNI ke depan jangan tergoda dari rayu-rayuan untuk kepentingan lain di luar tupoksinya termasuk kepentingan kekuasaan dan politik," kata Didik di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin 4 Desember 2017.

Menurut Didik, Fraksi Partai Demokrat di Komisi I DPR akan fokus mendalami kematangan Hadi sebagai perwira tinggi TNI. Dalam tahapan fit and proper test, Hadi bakalan diminta meyakinkan dewan ihwal netralitas dalam agenda politik mendatang yakni Pilkada dan Pemilu.

"Calon panglima TNI harus bisa memberikan penjelasan yang gamblang, bisa memberikan keyakinan kepada kita Fraksi Dmokrat dan tentu kita berkepentingan untuk sebuah pemahaman, sebuah rasionalisasi terkait denhgan calon Panglima TNI ke depan," ungkapnya.



Calon Panglima TNI pilihan Presiden Joko Widodo diyakini telah melalaui pertimbangan matang sejak jauh-jauh hari untuk menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo. Tugas dewan, kata Didik, hanya akan mengawasi sepak terjang Hadi selama menjabat sebagai Panglima TNI terpilih.

"Prinsipnya kami menginginkan panglima ke depan memrepresentasikan sebuah institusi negara yaitu TNI yang kuat dan solid dan netral di dalam perhelatan atau kepentingan apapun di luar tupoksinya," ujar Didik.


Sekretaris Fraksi Demokrat Didik Mukrianto--Antara/Wahyu Putro A.

Pengajuan nama Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon panglima TNI bukan tanpa pertimbangan. Presiden Joko Widodo yakin Hadi mampu mengemban amanah.

"Saya meyakini beliau memiliki kemampuan dan kepemimpinan yang kuat dan bisa membawa TNI ke arah yang lebih profesional. Sesuai jati dirinya, yaitu sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional," ujar Jokowi usai peresmian Jalan Tol Soreang-Pasir Koja di Soreang, Kabupaten Bandung, Senin, 4 Desember 2017.

Baca: Pergantian Panglima TNI Dibahas di Rapat Paripurna Besok

Surat rekomendasi dari Presiden sudah di meja pimpinan DPR. Bila lolos fit and proper test serta disetujui Komisi I, mantan Sekretaris Militer Presiden Jokowi bakal menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang pensiun Maret 2018.

Jokowi menyerahkan seluruh proses itu kepada lembaga legislatif. "Kita harus mengajukan ke DPR terlebih dahulu, mekanisme itu yang kita ikuti. Kita mengajukan KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai panglima TNI ke DPR untuk mendapatkan persetujuan," ucap bekas Gubernur DKI Jakarta itu.


(YDH)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA