Komisi I akan Minta Penjelasan TNI soal Kecelakaan Senjata di Natuna

Dheri Agriesta    •    Kamis, 18 May 2017 10:44 WIB
tnikecelakaan latihan perang
Komisi I akan Minta Penjelasan TNI soal Kecelakaan Senjata di Natuna
Anggota Komisi I TB Hasanuddin. Foto: MTVN/M Rodhi Aulia.

Metrotnvews.com, Jakarta: Komisi I DPR RI akan memanggil TNI untuk meminta penjelasan insiden kecelakaan senjata yang menewaskan empat anggota TNI saat latihan pasukan reaksi cepat di Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.
 
Anggota Komisi I TB Hasanuddin mengatakan,  kecelakaan senjata di Natuna menjadi menarik karena senjata Giant Bow pabrikan Tiongkok itu masih tergolong baru.
 
"Kita akan meminta TNI untuk menjelaskan di Komisi I, mengapa sebab-sebab itu, nanti hasilnya seperti apa kita lakukan sebuah keputusan yang terbaik," kata Hasanuddin di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 18 Mei 2017.
 
Senjata pabrikan Tiongkok itu dibeli TNI pada 2008. Senjata ini ditempatkan di batalyon artileri pertahanan udara Kostrad. Investigasi sudah dilakukan untuk mencari tahu penyebab kecelakaan. Hasanuddin penasaran dengan penyebab kecelakaan ini.  "Apakah alat bidik otomatisnya itu tidak bekerja atau bagaimana?" tanya Hasanuddin.
 
Politikus PDI Perjuangan ini tak setuju jika senjata yang digunakan prajurit tergolong usang. Karena, senjata yang dibeli dari Tiongkok itu baru berumur sekitar tujuh tahun.
 
"Senjata yang digantikan saja kan tahun 1950, tahun 1950 sampai 2008 kan itu 58 tahun kan, enggak ada masalah, lalu digantikan senjata ini. Jadi kalau disebut usang memang belum lah, masih layak menurut hemat saya," kata Hasanuddin.
 


(FZN)