Golkar Ancam Pecat Dolly Kurnia

Husen Miftahudin    •    Jumat, 18 Aug 2017 15:12 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Golkar Ancam Pecat Dolly Kurnia
Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham. Foto: MI/Mohamad Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham geram dengan sikap Koordinator Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Dolly Kurnia. Penyebabnya, Dolly mencurigai pertemuan Ketua Umum Golkar Setya Novanto dengan Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali. Dolly terancam dipecat dari keanggotaan partai berlambang pohon beringin.

"Iya (bisa langsung pecat Dolly Kurnia), itu semua terbuka," ujar Idrus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 18 Agustus 2017.

Namun demikian, Golkar akan menerapkakan aturan partai terhadap kader yang dianggap melanggar aturan dan indisipliner. Pelanggaran Dolly akan dikaji untuk dikenakan sanksi yang sesuai.

"Itu semua ada tahapnya. Tahapnya misalkan kita mengirim surat memberikan teguran, tahap kedua memberi teguran, tahap ketiga baru itu (pemecatan). Tapi kalau memang tindakannya dianggap sudah terlalu berat dan punya implikasi terhadap upaya mendegradasi Partai Golkar, bisa juga ada langsung kita memberikan satu sanksi (pemecatan)," tegasnya.

Menurut Idrus, kecurigaan Dolly sudah kelewatan. Partai Golkar harus mengambil tindakan tegas karena memunculkan tudingan negatif kepada Novanto dan lembaga negara lain, yakni MA.

"Bukan hanya fitnah, itu termasuk kejahatan politik tadi. Bayangkan saja sampai segitu. Ini tidak bisa dibiarkan di Golkar. Kalau masih internal menyoroti pak Setya Novanto dan muncul Gerakan Golkar Bersih ya masih kita (tolerir)," kata dia.

"Tapi begitu melibatkan lembaga yang lain, orang lain, lalu kita tidak mengambil tindakan, berarti kan kita membenarkan. Jadi harus memberikan tindakan tegas kepada yang bersangkutan," imbuhnya.

Sebelumnya, Dolly dan beberapa kader sayap Partai Golkar, GMPG, mendatangi kantor MA untuk meminta klarifikasi terhadap Hatta Ali atas pertemuannya dengan Setya Novanto dalam sidang disertasi di salah satu universitas di Surabaya.

GMPG mencurigai pertemuan itu merupakan upaya Novanto yang menjadi tersangka atas kasus korupsi pengadaan KTP elektronik untuk mendekati Hatta Ali agar lolos di peradilan.


(MBM)