Ketua DPR Anggap Laporan Atas Dirinya di MKD sebagai Hal yang Mengada-ada

Anindya Legia Putri    •    Selasa, 29 Nov 2016 18:08 WIB
berita dpr
Ketua DPR Anggap Laporan Atas Dirinya di MKD sebagai Hal yang Mengada-ada
Ketua DPR Ade Komarudin. Foto: ANT/ Puspa P

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPR RI Ade Komarudin menganggap pelaporan terhadap dirinya di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) oleh Komisi VI dan anggota Badan Legislatif (Baleg) DPR, sebagai hal yang mengada-ada.

Sebagaimana diketahui, Akom, sapaan Ade Komarudin, dilaporkan oleh Komisi VI terkait surat undangan rapat Penyertaan Modal Negara (PMN) dan laporan. Komisi VI menduga adanya pelimpahan wilayah kerja dari Komisi VI ke Komisi XI. Kasus lainnya, yakni laporan dari Komisi VIII yang menduga Pimpinan DPR menunda-nunda pembahasan RUU Pertembakauan.

"Yang pasti saya akan proses segala sesuatu sesuai aturan. Tidak boleh benjol-benjol. Misalnya ya pada saat teman-teman Komisi VI menyampaikan ke saya, betapa saya teguh ingatkan teman-teman untuk taat aturan. Agar PMN saya teruskan, bawa ke rapim, bamus, antara Komisi VI dan XI. Bahwa dalam proses PMN itu, karema bohir PMN itu Menkeu, maka harus persetujuan Menkeu, berarti harus libatkan Menkeu. Kan Menkeu mitra kerja Komisi XI, jadi tidak bisa hanya Komisi VI saja, harus libatkan komisi XI," papar Akom.

Dengan adanya laporan tersebut, Akom pun Kembali menyatakan bahwa dirinya 'Rapopo', karena pihaknya tidak merasa seperti apa yang disampaikan oleh para pihak pelapor.

"Sekarang saya diadukan, ya rapopo, saya akan jelaskan. Saya tidak merasa. Kelihatan ini tanda petik diada-adain. Biar publiklah yang menilai. Saya akan hadapi, ikuti dengan baik. Termasuk saya diproses politik, saya akan hadapi, akan proses. Nanti kami akan rapim, tentukan kapan bamus, lanjut Paripurna," ujar Akom.


(ROS)

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

Ahok Tegaskan tak Pernah Umbar Janji saat Kampanye

50 minutes Ago

Dia menegaskan hanya menyampaikan kinerjanya saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta defenit…

BERITA LAINNYA