Seluruh Fraksi Setuju Setya Novanto Dilantik Menjadi Ketua DPR

Anindya Legia Putri    •    Rabu, 30 Nov 2016 18:37 WIB
berita dpr
Seluruh Fraksi Setuju Setya Novanto Dilantik Menjadi Ketua DPR
Setya Novanto (Foto:Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Jakarta: DPR RI resmi melantik Ketua Umum Golkar Setya Novanto kembali menjadi Ketua DPR. Pelantikan tersebut dilakukan setelah meminta persetujuan seluruh fraksi di DPR.

Sebagaimana sebelumnya, disampaikan bahwa agenda Paripurna pada sore ini yakni, pengambilan keputusan terhadap pemberhentian Ketua DPR RI dan penetapan pengganti ketua DPR RI. Pantauan Metrotvnews.com, dapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon, didampingi Wakil Ketua Agus Hermanto, Taufik Kurniawan, dan Fahri Hamzah.

"Pengambilan keputusan dan penetapan pengganti Ketua DPR RI, apakah bisa disetujui? Tanya Fadli didepan seluruh anggota dewan yang hadir, Rabu (30/11/2016).

"Setujuuuuuuuuu", jawab seluruh anggota Dewan yang hadir.

Berdasarkan UU MD3 dan Tata Tertib DPR, pengganti Setya Novanto sebagai Ketua DPR, didasari pada Pasal 87 ayat (1) UU MD3. Yang menyebutkan bahwa Pimpinan DPR berhenti dari jabatannya karena meninggal dunia, mengundurkan diri, atau diberhentikan. Pasal 87 ayat (2) huruf b menyatakan Pimpinan DPR diberhentikan karena 'Melanggar sumpah/janji jabatan dan kode etik DPR berdasarkan keputusan rapat paripurna setelah dilakukan pemeriksaan oleh Mahkamah Kehormatan DPR'.

Bila seorang Pimpinan DPR berhenti dari jabatannya, Pasal 87 ayat (3) menyatakan pimpinan yang lain menetapkan salah seorang dari mereka untuk melaksanakan tugas dari Pimpinan DPR yang berhenti itu. Selanjutnya, pada Pasal 87 ayat (4) menjelaskan bahwa pengganti Pimpinan DPR akan berasal dari fraksi partai yang sama.

Berikut pandangan dari masing-masing fraksi di DPR terkait dengan permintaan Partai Golkar untuk menggantikan Ketua DPR Ade Komarudin menjadi Setya Novanto.

Dari Fraksi PDI-P, dibacakan oleh Arya Bima. Disampaikan bahwa pergantian Pimpinan DPR, adalah hal yang sudah diatur dalam perundang-undangan. Yang substansinya dalam pasal tersebut, pergantian pimpinan DPR adalah kewenangan penuh dari internal partai pengusung.

"Oleh karena itu sikap dari PDI-P, atas pergantian ini, sepenuhnya kami serahkan ke internal Partai Golkar. Sebagai mana sesuai UU MD3. PDIP memaknai bagaimana kedaulatan partai, fraksi merupakan sesuatu yg tidak bisa diintervensi oleh fraksi atau partai lainnya," ucap Arya Bima.

Dan dari Fraksi Golkar, disampaikan oleh Aziz Syamsuddin, yang menegaskan dengan singkat jika Golkar setuju membahas agenda Paripurna untuk memberhentikan Ketua DPR Ade Komarudin, dan melantik Setya Novanto.

Dari Fraksi Gerindra, diwakili Supratman Andi Agta. Ia mengatakan, Gerindra menghormati pergantian Ade Komarudin menjadi Setya Novanto, dan meminta agar ini merupakan pergantian terakhir Ketua DPR dan diharapkan di bawah kepemimpinan Setya Novanto dapat lebih memihak kepada rakyat dan dapat lebih meningkatkan kinerja legislatif.

Sedangkan dari Fraksi Demokrat, disampaikan oleh Benny K Harman, yakni pada prinsipnya Demokrat hargai dan hormati keputusan partai Golkar untuk mengusulkan pemberhentian Ade Komarudin.

"Ini jadi hak dan kewenangan partai yang bersangkutan, sesuai dengan aturan MD3. Kami sampaikan penghargaan atas usulan tersebut. Tetapi apakah salah kami bertanya, apa kurang lebih yang jadi alasan yang diusulkan oleh partai Golkar, agar yang bersangkutan diberhentikan dari partai? Banyak konstituen kami yang bertanya, saya juga tidak tau alasannya. Apakah boleh?" Tanya Benny, tanpa jawaban dari pihak manapun.

"Tapi diharapkan pergantian ini bukan bersifat extra ordinary, tapi yang biasa-biasa saja. Tak usah cepat-cepat. Masih ada hari esok. Kita tunggu saja (Ade Komarudin), manakala tidak ada hal mendesak. Kita tunggu bapak pulang. Minggu depan lah Paripurna. Agar suasana agak dingin situasi nya Minggu depan lah," lanjut Benny.

Dari Fraksi PAN, diwakili oleh Yandri Susanto, jika PAN sepakat agenda hari ini, yakni mengganti saudara ku Ade Komarudin, diganti saudaraku Setya Novanto. Dengan momen ini, PAN menyatakan siap bekerja.

Sedangkan dari Fraksi PKB, Maman Imanulhaq, menyampaikan jika fraksinya menghormati keputusan partai Golkar. "Pergantian ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja DPR, sehingga hak masyarakat betul-betul dipenuhi. DPR respon hal-hal yang bersifat konstitusional, seperti di dapil saya. PKB setuju, selamat ke Pak Akom, dan selamat datang untuk Pak Setnov," ucap Maman.

Dari PKS, diucapkan oleh Sukamta, bhawa pergantian pimpinan DPR maupun AKD, adalah hak prerogatif partai. PKS sangat hargai dan hormati pendapat dan sikap fraksi yang lain.  PKS berharap kerjasama antar fraksi bisa lebih erat.

Dari Fraksi PPP, Reni Marlinawati mengatakan, PPP menghormati terhadap apa pun yang diputuskan oleh partai Golkar dan menerima pergantian Ade Komarudin.

Dari Fraksi Nasdem, Supiadin menyatakan jika kebijakan yang dilakukan oleh Golkar merupakan dinamika internal. Nasdem dukung sepenuhnya apa yang dilakuan Golkar tentu dengan dibawah pimpinan Setya Novanto akan lebih baik, dan meningkat kerjanya.

Dan Hanura, disampaikan oleh Nurdin Tampubolon, jika pengangkatan Setya Novanto sebagai Ketua DPR adalah hak prerogatif partai. Hanura memahami apa yang diputuskan Golkar, dan menerima dan dukung Setya Novanto untuk bisa membawa DPR lebih baik dari sebelumnya. Agar semakin bisa diapresiasi rakyat Indonesia.

Selanjutnya, Pimpinan Paripurna Fadli Zon kembali bertanya, 'Apakah pergantian Ketua DPR RI dari Ade Komarudin ke Setya Novanto, bisa diterima? Dan selanjutnya bisa dilakukan, pemberhentian dan pergantian, sesuai dengan keputusan UU MD3, mengucapkan sumpah janji dipandu oleh Wakil ketua MA?

"Setujuuuuuuuuu" ujar seluruh anggota dewan yang hadir.

Dengan demikian, Ketua Umum Golkar Setya Novanto resmi menjabat sebagai Ketua DPR menggantikan Ketua DPR sebelumnya, Ade Komarudin.


(ROS)