Jokowi Jawab Tudingan Bermasalah dengan Anies

Dheri Agriesta    •    Rabu, 09 Jan 2019 14:18 WIB
presiden jokowi
Jokowi Jawab Tudingan Bermasalah dengan Anies
Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan--Medcom.id/Dheri Agriesta.

Jakarta: Presiden Joko Widodo membantah tudingan bermasalah dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Tudingan itu muncul usai Anies dipecat Jokowi dari kursi menteri beberapa tahun lalu.

Tudingan itu menguat karena Anies kerap berseberangan dengan Jokowi setelah pemecatan itu. Contohnya, saat Anies menerima pinangan Partai Gerindra dan PKS  maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta.

Namun, Jokowi membantah tudingan itu. Bahkan Jokowi terlihat berbincang-bincang saat penyerahan sertifikat di GOR Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat.

"Orang berpikir saya dan Pak Anies ada masalah, padahal saya kalau ketemu tiap hari guyonan bareng-bareng," kata Jokowi di GOR Cendrawasih, Jakarta Barat, Rabu, 9 Januari 2019.

Guyonan antara Jokowi dan Anies sempat terlihat saat keduanya meninjau program Mekaar Perbantuan Nasional Madani (PNM) di Tambora, Jakarta Barat.

Baca: 639 Hari Memimpin Kemendikbud Banyak Cita Belum Digapai Anies

Program ini memberikan bantuan kredit pinjaman usaha kepada masyarakat. Nominal kredit yang diberikan sebesar Rp2 juta.

Saat berbincang dengan penerima bantuan, Jokowi berpesan agar uang tersebut tak digunakan untuk membeli telepon genggam. Uang itu harusnya digunakan sebagai modal usaha. "Nanti kalau Rp2 juta kurang, ditambahi," kata Jokowi disambut tepuk tangan penerima bantuan.

"Yang nambahi Pak Gubernur, setuju enggak?" tambah Jokowi. Masyarakat pun berteriak setuju, Anies tertawa mendengar teriakan itu.

Jokowi juga tersenyum mendengar teriakan itu. Tak berhenti di situ, Kepala Negara kembali menggoda Anies. "Setuju semua, setuju ya Pak Gubernur," kata Jokowi disambut senyum Anies.

Jaga persatuan

Presiden juga berpesan kepada masyarakat agar terus menjaga persatuan. Persatuan dan keberagaman adalah kekayaan yang dimiliki Indonesia.

Ia tak ingin masyarakat terpecah belah karena kampanye politik dari salah satu pasangan calon. Perbedaan pilihan politik tak boleh memutus silaturahmi.

"Jangan sampai karena pilihan wali kota, bupati, gubernur, dan presiden, keluarga enggak saling ngomong, tetangga enggak saling ngomong," kata Jokowi.

Pemilu adalah pesta rutin sekali lima tahun. Pemilu pun selalu diikuti peserta yang berbeda.

"Jangan kebawa sama yang namanya politikus, sampai di majelis taklim ibu-ibu enggak saling ngomong. Eh tapi ini di daerah, bukan di Jakarta Pak Gubernur, enggak di Jakarta," kata Jokowi mengundang tawa undangan.


(YDH)

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

Kasus KTP-El, Anggota DPR Markus Nari Ditahan KPK

2 weeks Ago

Jakarta: KPK menahan anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari, Senin, 1 April 2019. Markus me…

BERITA LAINNYA