Wiranto Sebut Aksi Bela Tauhid Ditunggangi HTI

Siti Yona Hukmana    •    Jumat, 09 Nov 2018 14:02 WIB
Pembakaran Bendera HTI
Wiranto Sebut Aksi Bela Tauhid Ditunggangi HTI
Menko Polhukam Wiranto usai dialog kebangsaan dengan tema Semangat Ukhuwah Islamiyah Kita Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa di Kemenko Polhukam. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jakarta: Dua pekan belakangan ada unjuk rasa menyikapi pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid. Menurut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, aksi unjuk rasa itu ditunggangi kader-kader organisasi masyarakat (ormas) terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dua aksi unjuk rasa itu dilakukan Jumat, 26 Oktober 2018 dan Jumat, 2 November 2018.

"Tadi saya tayangkan untuk demonstrasi yang dua kali itu ternyata memang ditunggangi kelompok-kelompok yang memanfaatkan untuk kepentingan politik, dimanfaatkan untuk teman-teman agar HTI tetap eksis," ujar Wiranto di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat, 9 November 2018.

Karena itu ia mengingatkan masyarakat yang berunjuk rasa berhati-hati. "Tapi, dibalik niat baik ternyata ditunggangi kelompok lain untuk kepentingan politik. Saya mengingatkan kepada teman-teman yang berdemonstrasi hati-hati," ungkap dia.

Ia berharap umat Islam bisa menjaga stabilitas keamanan, politik dan taat hukum. Menurut dia, itu kewajiban bersama. "Agar negara kita damai, negara kita rukun, negara kita stabil dan kita bisa membangun," kata dia.

Hal itu disampaikannya di hadapan semua kementerian dan lembaga yang hadir dalam dialog kebangsaan dengan tema Semangat Ukhuwah Islamiyah Kita Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

Acara itu juga dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua PA 212 Slamet Ma'arif, Waketum GNPF MUI Al-Khattath, Ketua MUI Abdullah Jaidi, Sekjen PBNU Helmy Faisal, Anggota PP Muhammadiyah Zulhidayat Siregar, Lembaga Persatuan Ormas Islam, dan Persatuan Islam.

Wiranto mengatakan, pertemuan itu bukan untuk membuat gaduh. Melainkan untuk menyelesaikan masalah dan membuat masyarakat tenang.

"Saya kira pertemuan seperti ini akan saya lakukan secara berkala secara periodik, agar kebersamaan kita baik sesama umat Islam atau antaragama tetap terjaga," kata dia.


(MBM)