PPP Sindir PAN soal Etika Berkoalisi

Astri Novaria    •    Rabu, 25 Oct 2017 16:16 WIB
koalisi partaiperppu ormas
PPP Sindir PAN soal Etika Berkoalisi
Sekjen DPP PPP Arsul Sani. Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebagai bagian dari partai pendukung pemerintah, Partai Amanat Nasional (PAN) sudah dua kali berbeda sikap dalam menyikapi isu strategis di DPR. Pertama, pengesahan RUU Pemilu. Kedua, Perppu Ormas.

Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menilai, ketika sepakat bergabung dalam koalisi pemerintah, etika dalam berkoalisi harus dipegang. Dia mencontohkan, PPP akan memutuskan mundur dari koalisi apabila sudah tidak bisa bersama-sama.

"Bagi kami yang paling penting ketika kita sepakat untuk koalisi, etika koalisinya harus kita pegang dari sisi partai pendukung. Artinya kalau PPP sudah tidak bisa lagi bersama-sama, harus tegas keluar dari koalisi. Jadi tidak usah kemudian anggota koalisi lain yang mendorong-dorong untuk bersikap," ujar Arsul di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu 25 Oktober 2017.

Baca juga: PAN Tolak Perppu Ormas

Soal bagaimana nasib PAN di koalisi, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden RI Joko Widodo. Sebab, menurut Arsul hanya Presiden Jokowi yang berwenang mengevaluasi koalisi pendukung pemerintah.

"Kita serahkan kepada pak Jokowi kalau itu, karena satu-satunya yang berhak mengevaluasi kan pak Jokowi. Kalau anggota partai koalisi yang lain kan tidak punya hak untuk mengevaluasi partai koalisi lainnya," kata dia.

Baca juga: PDIP Menyayangkan Sikap PAN Berubah di Menit Akhir

Sementara itu, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno, mengatakan tidak mempersoalkan sikap PAN yang menolak Perppu Ormas. Ia mengaku mendapat informasi bahwa PAN sebenarnya menerima Perppu Ormas dengan catatan beberapa hari lalu. Namun, dia heran, PAN tiba-tiba berubah sikap dengan menolak Perppu Ormas bersama Gerindra dan PKS saat rapat paripurna pada Selasa, 24 Oktober.

"Ya tak apa, itu pilihan politik PAN. Sepekan sebelum paripurna, kami dapat informasi PAN mendukung dengan sejumlah catatan. Informasi itu valid ya, tapi kok hari-hari terakhir ada perubahan. Semula kami dengar pandangan mereka minta direvisi ada perbaikan kami juga tidak keberatan," kata dia.

Baca juga: Saatnya Mengevaluasi PAN




(MBM)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA