Megawati: Waspada Fenomena Post-Truth di Tahun Politik

Whisnu Mardiansyah    •    Kamis, 11 Jan 2018 06:16 WIB
megawati
Megawati: Waspada Fenomena Post-Truth di Tahun Politik
Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri/MI/Arya Manggala

Jakarta: Ketua Umum PDI Perjuangan mengingatkan kembali soal fenomena Post-Truth di tahun-tahun politik. Menurutnya, fenomena ini rawan digunakan para politisi untuk merebut suara rakyat dengan segala cara. 

"Lahir fenomena dikenal post-truth atau pasca kebenaran. Dimana iklim sosial politik emosi mengalahkan objektifitas dan rasionalitas," kata Mega dalam pidatonya di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Rabu 10 Januari 2018.

Istilah Post-Truth mulai dikenal setelah peristiwa keluarnya Britania Raya dari Uni Eropa atau Brexit. Bahkan istilah Post-Truth dinobatkan menjadi word of the year di tahun 2016 dalam kamus Oxford. 

Menurut Mega, fenomena post-truth menimbulkan gejolak anomali tingkah laku para politisi yang populis. Memanipulasi emosi massa dengan acara menggiring opini dan skenario kebohongan yang direncanakan secara sistematis.

"Sampai terkadang mampu membuat media atau jurnalis kebimbangan mencerna dan memberitakan pernyataan politik," jelas Mega.

Gejolak Post-Truth inilah yang pernah dialamatkan kepadanya dan Presiden Joko Widodo. Di mana, sang proklamator dan Presiden Joko Widodo diopinikan sebagai antek komunis. 

"Bagaiamana mungkin Bung Karno buat partai PNI setelah itu dikatakan PKI. Lalu PDIP jelas-jelas yang namanya ideologi kami Pancasila. Dikatakan kami PKI. Presiden kita seharusnya simbol negara Pak Jokowi PKI. Ibunya dikatakan China," Mega dengan nada geram.

Presiden RI ke-5 ini mengungkapkan, politisi dengan perilaku fenomena ini mudah diidentifikasi. Biasanya, lanjut dia, saat masa kampanye mereka mahir mendekati massa dengan gestur bahasa yang menyakinkan dicampur adukan dengan etika dan norma menurut opini pribadinya. 

"Lalu diselipkan gagasan irasional yang dikemas dengan bahasa  kekinian. Saya mengistilahkan dengan taktik strategi seribu wajah," ujar Mega. 

Imbasnya, tanpa sungkan mereka menyebar hoax dan permusuhan. "Tidak tanggung isu agama dijadikan peluru hoax," tutupnya.


(JMS)

KPK Periksa Chairuman Harahap untuk Tersangka Anang Sugiana

KPK Periksa Chairuman Harahap untuk Tersangka Anang Sugiana

1 hour Ago

KPK hingga saat ini terus mengusut terkait kasus korupsi pengadaan proyek KTP-el. Sejumlah…

BERITA LAINNYA