Gatot Bantah Mutasi 85 Perwira sebagai Manuver Pribadi

Astri Novaria    •    Rabu, 06 Dec 2017 14:43 WIB
tnipanglima tni
Gatot Bantah Mutasi 85 Perwira sebagai Manuver Pribadi
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo--MI/Susanto

Jakarta: Sebelum memasuki masa pensiun, Panglima TNI Jenderal Gatot Numantyo merotasi perwira tinggi di lingkungan Mabes TNI. Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/928/XII/2017 yang ditandatangani 4 Desember 2017 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI, terdapat 85 jabatan yang mengalami pergantian. 

Jumlah itu terdiri dari 46 jabatan di TNI Angkatan Darat, 28 jabatan di TNI Angkatan Laut dan 11 jabatan di jajaran TNI Angkatan Udara.

Sehubungan dengan ini, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Tubagus Hasannudin tidak mempermasalahkan keputusan Jenderal Gatot yang melakukan mutasi terhadap 85 perwira jelang masa pensiunnya. Menurutnya, hal itu hanya sekedar saran.

"Kami adalah mitra, sebagai mitra antara DPR dengan pemerintah, punya kewajiban menyampaikan saran. Kalau tidak diterima, silakan diselesaikan di internal pemerintah. Panglima memiliki atasan, bisa diselesaikan bersama," ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu 6 Desember 2017.

Baca: Jenderal Gatot Mutasi 85 Pati TNI

Hal senada juga disampaikan oleh Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Supiadin Aries Saputra. Supiadin menganggap mutasi tersebut bukan suatu masalah. Menurutnya, mutasi jabatan selalu berorientasi kepada kepentingan organisasi dan pengembangan karier prajurit.

"Saya kira tidak masalah karena mereka yang dimutasi adalah mereka yang mendapat promosi jabatan dan mengganti Pati yang mau pensiun," ujarnya.

Secara terpisah, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menilai perombakan posisi perwira tinggi TNI sudah dilakukan secara tepat dan sesuai prosedur. Gatot mengatakan terlebih dahulu membahasnya dengan Kepala Staf Angkatan Laut, Kepala Staf Angkatan Udara dan Kepala Staf Angkatan Darat pada 30 November 2017 lalu. 

Gatot membantah langkah menetapkan surat mutasi perwira tinggi merupakan manuver pribadi. Keputusan mutasi perwira tinggi juga sudah mendapat persetujuan Dewan Kepangkatan Tinggi. 

Surat rotasi tersebut ditandatangani oleh dirinya bersama tiga kepala staf pada 4 Desember 2017, sebelum pihak Istana memberi kabar soal penunjukan KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI.

"Tanggal 4 Desember kami rapat, pada saat rapat kami belum tahu (ada pergantian Panglima TNI). Karena saya tidak diberitahu oleh Presiden. Selesai semua paraf KSAD, KSAL, KSAU kemudian saya ditelepon oleh Pak Mensesneg menyampaikan ' Pak Panglima, saya sudah menyerahkan Surat Presiden kepada DPR mencalonkan Pak Hadi," jelasnya.

Gatot mengatakan telah menghadap Presiden RI Joko Widodo mengenai pergantian Panglima TNI. Gatot telah mendapat perintah Presiden Jokowi untuk tidak melakukan rotasi di jajaran perwira TNI untuk saat ini.

"Jadi, kalau tanggal 5 Desember atau hari ini walaupun secara legalitas boleh, tetapi etika tidak. Clear ya. Kalau ujug-ujug saya keluarkan tanggal 5 itu tidak tepat," pungkasnya.



(YDH)